Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pemkab Gandeng Balitas Teliti Benih Tembakau

Senin, 29 Pebruari 2016 Pertanian dan Perkebunan

TEMANGGUNG, Untuk tersedianya benih tembakau yang tahan terhadap serangan tiga penyakit, Pemkab bekerja sama dengan Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang melakukan perekayasaan varietas tanaman tembakau baru.
     Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Dintanbunhut), Untung Prabowo, di kantornya, Kamis  (25/2)  mengungkapkan, sejak beberapa tahun lalu, pemkab dan Balitas telah bekerja sama meneliti tembakau asli Temanggung dalam rangka pemuliaan varietasnya. Dari penelitian tersebut kemudian telah dihasilkan varietas tembakau asli Temanggung, yang disebut kemloko I, kemloko II dan kemloko III. Dan saat ini, baru diujicobakan varietas tembakau baru, yang tahan terhadap serangan tiga penyakit. Diungkapkannya, ketiga penyakit itu selama ini sering menyerang tembakau, sehingga mengakibatkan pertumbuhannya kurang baik atau bahkan tanaman mati. Ketiganya adalah penyakit yang disebabkan bakteri, kemudian disebabkan jamur, dan nematoda atau semacam cacing namun tak bisa dilihat secara kasat mata.
     Dikemukakan, ketahanan terhadap serangan tiga penyakit dari varietas baru tersebut merupakan terlengkap dibandingkan dengan varietas tembakau kemloko yang dihasilkan sebelumnya. Sebab, varietas-varietas kemloko sebelumnya, hanya tahan serangan satu atau dua penyakit. Uji Multilokasi Menurutnya, varietas baru tembakau itu saat ini masih dalam tahap uji multilokasi, dengan ditanam di berbagai lahan. Yakni, untuk uji coba pertama pada 2015 lalu ditanam di lahan Balittas di Malang, dan lahan percontohan kelompok tani di Desa Mangunsari (Ngadirejo), Bandunggede (Kedu), dan Bansari (Bansari). Kemudian, pada 2016 ini akan dilaksanakan ujicoba penanaman multi lokasi kali kedua, yang dilakukan di lahan percontohan kelompok tani di Desa Gandurejo (Bulu), Candisari (Bansari) dan di Desa Bulan (Selopampang). Setelah 2016, masih sekali lagi uji tanam yang terakhir pada 2017, sebelum varietas itu secara resmi diluncurkan melalui surat keputusan Menteri Pertanian.(Hms16/Edy Laks)

Berita Terkait