Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Komisi E DPRD Jateng Kunjungan Kerja Di Temangung

Kamis, 24 Agustus 2017 Pemerintahan

    TEMANGGUNG, Komisi E DPRD Provinsi  mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung, Rabu (23/8). Kunjungan kerja bertujuan untuk medmndapatkan informasi  tentang  masalah kesehatan masyarakat terkait dengan tidak buang air besar sembarangan.  Rombongan komisi E dipimpin sekretaris komisi Hasan Ashari diikuti segenap anggota diterima  Asisten Ekbang dan Kesra Sadwoko Heri Susatyo  di ruang Gajah  komplek pendopo jenar  kantor Bupati Temanggung .
         Pimpinan rombongan  Hasan Ashari menjelaskan, kunjungan kerja di Temanggung bertujuan untuk mengetahui secara langsung tentang penanganan  masalah kesehatan masyarakat untuk tidak buang air besar sembarangan. Hal itu diperlukan  agar pihaknya mendapatkan informasi yang akurat sebagai bahan kajian untuk dibahas di tingkat Dewan sebagai bahan evaluasai dan masukan kepada pemprov Jawa Tengah. Dikatakan permasalahan buang air besar bila dilakukan  sembarangan oleh masarakat bisa memicu terjadinya gangguan penyakit  seperti diare dan lain-lain. Oleh karena itu diharapkan  Pemkab Temanggung menaruh perhatian besar dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membantu  pengadaan jamban  keluarga utamanya bagi keluarga kurang mampu yang belum memiliki jamban. Dengan demikian seluruh  warga masarakat  sadar untuk tidak buang air besar sembarangan BABS (Buang Air Besar Sembarang Tempat atau istsilah asingnya ODF  (Open Defecation Free).
    Asisten Ekbang dan Kesra sadwoko Heri Susatyo menjelaskan  Pemkab Temanggung  terus berupaya untuk menyosialisasikan betapa pentingnya untuk tidak buang air besar (BAB) sembarangan kepada masarakat. Berbagai upaya yang dilakukan yakni memberikan bantuan anggaran untuk pengadaan jamban keluarga, membangun Instalasi Penanganan Air Limbah ( IPAL )  di sejumlah tempat. Namun diakui belum  bisa menjangkau semua sasaran keluarga , saat ini masih ada  51.459 keluarga yang belum memiliki jamban  karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu pihaknya sangat berharap   Komisi E DPRD Jateng bisa mengusahakan  bantuan penganggaran  dari berbagai sumber salah satu diantaranya APBD Provinsi Jawa Tengah.
    Menurutnya bagi sebuah keluarga jamban merupakan kebutuhan dalam rangka mendapatkan suatu kenyamanan dalam kelangsungan hidup yang mencakup kesehatan dalam keluarga itu sendiri maupun lingkungan. Selama ini di kalangan masarakat masih dijumpai  warga buang air besar sembarangan  seperti  dilakukan dengan cara di tanam di pekarangan atau membuat jamban yang tidak memenuhi standarat kesehatan disekitar rumah maupun di kebun, bahkan  BAB di sungai. Hal yang demikian ini sangat tidak pas jika diterapkan pada kondisi zaman yang sekarang ini  (Hms17/ Edy Laks)

 

Berita Terkait