Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TANAM BAWANG PUTIH SEREMPAK DI DESA TANGGULANOM

Rabu, 08 November 2017 Pertanian dan Perkebunan

TEMANGGUNG, Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung Jawa Tengah terpilih sebagai salah satu tempat yang digunakan sebagai lokasi tanam perdana bawang putih secara serempak, Selasa (7/11). Lahan yang ditanami seluas 1.120 hektar dengan perkiraan provitas saat panen mencapai 10 ton per hektar atau 6 ton per hektar bawang putih kering. Selain di Temanggung, tanam bawang secara serempak juga dilakukan di Magelang dan Lombok Timur dengan luas penanaman mencapai 1.720 hektar.
    Menteri pertanian Andi Amran yang dijadwalkan menghadiri acara tersebut urung hadir, dan diwakili oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto. Dalam sambutanya Amran mengatakan bahwa setelah melalui penghitungan dan pertimbangan yang cermat dan tepat, maka percepatan target swasembada bawang putih yang semula direncanakan di tahun 2033 menjadi tahun 2019.
    Amran juga menjelaskan jika lahan yang dibutuhkan guna swasembada bawang putih berkelanjutan sekitar 73 ribu hektar, dengan rincian 60 ribu hektar untuk konsumsi dan sisanya guna produksi benih. Luas lahan itu jauh lebih kecil dibanding padi, jagung, dan kedelai, yang membutuhkan jutaan hektare untuk mencapai swasembada. Terhadap tercapainya target swasembada bawang putih tersebut, dibutuhkan rasa optimisme yang tinggi. Hal ini mengingat pada masa yang lalu Indonesia pernah mengalami kejayaan bawang putih di era tahun 90-an, di mana luas pertanaman mencapai 21.896 hektare dengan produksi sebesar 152.421 ton. Sehingga tidaklah mustahil jika kejayaan tersebut bisa diraih kembali di masa mendatang.
    Pengendalian impor dan mendorong percepatan swasembada bawang putih nasional menjadi upaya dari Kementan dalam upaya mencukupi kebutuhan bawang putih dalam negeri dengan produksi lokal.  Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) telah diterbitkan. Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri sebesar 5 persen dari total impor yang diajukan, dengan demikian akan mendorong peningkatan produksi dalam negeri.
    Dalam kesempatan tersebut Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, sangat mengapresiasi program dari Kementan. Potensi lahan di kabupaten Temanggung cukup besar guna pengembangan tanaman bawang putih. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan jaminan kepastian harga. Bambang Sukarno juga menyatakan rasa optimisnya bahwa kedepan impor bawang putih bisa dikurangi, bahkan bisa juga ekspor.
    “Upaya Kementan meningkatkan produksi bawang putih di Temanggung akan membawa dampak yang positif, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarat petani. Mengingat  bawang putih Temanggung mempunyai  kualitas yang bagus sehingga dipastikan juga memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat bersaing di pasar ekspor” tuturnya. (hms17/re)

 

 

Berita Terkait