Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Resmikan Laboratorium Temabkau

Selasa, 28 November 2017 Pemerintahan

 

Temanggung, - Bupati HM Bambang Sukarno meresmikan gedung laboratorium tembakau  Senin  kemarin ( 27/11 ) ditandai dengan pengguntingan pita disaksikan pejabat terkait.  Gedung  tersebut berada di jalan lingkar Maron yang  digunakan untuk penelitian secara terpadu baik hasil pertanian, perkebunan, maupun terkait pangan dan pembangunan terdiri atas sembilan unit laboratorium.
    Bupati Bambang Sukarno mengatakan Temanggung merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki laboratorium tembakau.
    Ia menuturkan laboratorium ini nantinya digunakan untuk meneliti apa saja yang bisa mendatangkan kemaslahatan masyarakat seperti tembakau sebagai komoditas unggulan, termasuk pemurnian tembakau Temanggung, meneliti tembakau srintil, bawang putih, panili, dan cabai.
    "Dengan adanya Lab ini saya  sangat berharap  segala kegiatan penelitian utamnya sector pertanian bisa berjalan optimal dan bisa menghasilkan  hal-hal positif yang menguntungkan masyarakat.  Terkait penelitian kita juga  bakal menggandeng kerjasama dengan LIPI, UGM, UII, BPPT, Kementerian Pendidikan. Lab tidak hanya untuk tembakau  saja namun  alatnya juga bisa digunakan untuk meneliti bawang putih, panili, cabai  dan komoditas lainnya secara ilmiah," ujarnya.
    Kepala UPT Laboratorium Tembakau Woro menuturkan, saat ini ada tujuh laboratorium yakni, laboratorium kultur jaringan, kimia pangan, organolabtik, lingkungan, tanah, hama penyakit. dan laboratorium lingkup pekerjaan umum. Namun, belum seluruhnya alat yang diperlukan untuk penelitian terpenuhi dan nantinya akan ada pengadaan secara bertahap.Diutarakan untuk melengkapi alat laboratorium disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pada 2018 sudah dianggarkan dana Rp1,2 miliar untuk pengadaan alat dan operasional. Prioritas tahun 2017 pada kultur jaringan, kemudian 2018 kimia pangan dan laboratorium konstruksi.

    Kepala Bappeda Pemkab Temanggung, Bambang Dewantoro mengatakan biaya pembangunan gedung laboratorium tembakau memakan dana Rp8,9 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).Dalam perdanya laboratorium tembakau itu disebut laboratorium terpadu untuk keperluan riset teknologi hasil pertanian.Diharapkan  kebaradaan Laboratorium  didayagunakan seoptimal mungkin guna  mendukung pembangunan sector pertanian  ( Hms/ Edy Laks )
 

 

Berita Terkait