Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SAMBUT RAMADHAN WARGA WIROSARI-WIRODONO GELAR KHOUL MASSAL

Senin, 29 Mei 2017 Umum

TEMANGGUNG, Warga Dusun Wirodono dan Wirosari, Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu menyelenggarakan pengajian khoul massal di makam dusun setempat Kamis (25/5). Khoul massal ditandai dengan pembacaan tahlil dan pengajian yang  diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 2017 atau 1438 Hijriyah .Sehari sebelumnya warga bekerja bakti bersih kubur dengan cara membersihkan lingkungan pemakaman.  
     Pembacaan tahlil dipimpin Kyai Tamlikhun  sedang pengajian menghadirkan pembicara ustadz KH Gus Madhfur Nasocha dari Parakan, diikuti para perangkat desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan diikuti segenap warga desa bahkan  warga perantauan yang menyempatkan pulang kampung. Warga dengan khusuk membaca doa tahlil yang dikhususkan untuk mendoakan para orang tua ataupun anggota keluarganya yang sudah meninggal dunia agar diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya serta mendapat tempat yang sebaik-baiknya disisi Allah SWT sehingga kelak masuk surga.
     Ketua Panitia Pengajian Khoul, Heri Wibowo  mengatakan, acara tersebut merupakan yang keenam kalinya, dan diselenggarakan berkat kerjasama antara warga Dusun Wirosari dan Wirodono. Tujuannya untuk mendoakan  para orangtua ataupun kerabat yang sudah lebih dulu menghadap sang khaliq. Selain itu juga memberikan siraman rohani lewat pengajian kepada warga muslim, agar lebih khusuk dan tawadu dalam beribadah, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan nanti. Di sisi lain, juga sebagai upaya untuk membangun jalinan silaturahmi antar warga kedua dusun agar lebih erat, demi tetap tegaknya syiar Islam. Diungkapkannya, pengajian haul massal tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun menjelang bulan Ramadan, dan tempatnaya bergiliran diantara kedua dusun tersebut atau di makam dusun.
     “Penyelenggaraan Khoul massal ini juga sebagai perwujudan darma bakti keluarga yang masih hidup kepada para leluhur yang sudah menghadap Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga lewat bahasa agama. Diharapkan ketika memasuki Ramadhan bisa beribadah puasa dengan khusuk dilandasi hati yang bersih dan niat suci”, imbuhnya.
     Ustad KH Gus Madhfur Nasocha, dalam tauziahnya mengatakan, diselenggarakannya Khoul massal yang ditandai bersih dan ziarah kubur, dan mengirim doa tahlil serta pengajian ini merupakan ujud nyata berbakti kepada orang tua dan para leluhur. Adapun kepada orang tua yang masih hidup, menurutnya, kaum muslimin diwajibkan untuk berbakti. Yakni dengan senantiasa bersikap hormat dan patuh, serta mengedepankan akhlak mulia kepada keduanya.
     “Wajib hukumnya bagi kita untuk senantiasa berbakti kepada orangtua baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia menghadap Allah SWT. Durhaka atau tidak berbakti kepada orang tua, tergolong dosa besar yang ancamannya adalah siksa api neraka, “paparnya.
     Berkait akan datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Gus Madhfur meminta umat Islam agar menyambutnya dengan penuh suka cita. Hal tersebut antara lain diwujudkan dengan menyiapkan fisik dan mental, agar ibadah puasa Ramadan dapat berjalan lancar selama satu bulan penuh. Disamping berpuasa dan sholat lima waktu, umat Islam juga ditekankan untuk menjalankan ibadah sholat tarawih serta tadarus Al-Qur’an.
     Dengan demikian setelah beribadah puasa kadar iman dan taqwa kepada Allah SWT semakin meningkat dilandasai semangat amar makruf nahi munkar. (Hms17/Edy Laks)

Berita Terkait