Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Zoning Pasar Darurat

Rabu, 07 November 2012 Perekonomian
PEMKAB SIAPKAN ZONING PASAR DARURAT
Sebagian Besar Pedagang Sudah Bberjualan


TEMANGGUNG-Beberapa ruas jalan di kota Temanggung kini tengah dibangun kios untuk pasar darurat. Tampak dari jalan protokol sepanjang jalan S. Parman terlihat di pertigaan tugu jam arah utara, komplek Plaza Temanggung dan jalan Rolikuran komplek pasar Kliwon utara. Sementara terminal angkutan kota (kopata) dan angkutan desa (angkudes) berbagai jurusan di komplek Plaza dialihkan di jalan Diponegoro.
Komplek Plaza yang biasanya ramai untuk mangkal kopata dan kopades kini tampak sepi, sedangkan kios-kios yang direncanakan untuk pasar darurat masih belum ditempati karena masih dalam tahap pembangunan. Sedangkan jalan Diponegoro di sepanjang selatan terminal lama tampak ramai oleh lalu lalang kopades dan kopata, dan disisi jalan kanan dan kiri menjadi tempat mangkal. Tampak juga beberapa petugas dari Dinas Perhubungan dan Kominfo setempat mengatur lalu lintas.
Beberapa pedagang korban kebakaran pasar Kliwon Temanggung sebagian besar sudah menempati beberapa kios yang berada di pasar Kliwon Baru. Mereka umumnya pedagang pakaian yang menempati lantai atas dan pedagang sayuran yang menempati lantai dasar. Sebagian pedagang lainnya masih berada di trotoar sepanjang jalan masuk pasar.
Sedangkan di sepanjang jalan Kolonel Sugiyono kini sudah ditempati kios-kios. Mereka pada umumnya menjajakan dagangan berupa buah-buahan dan sayur-sayuran. Di sebelah utara ditempati kios-kios yang menjual sepatu, sandal, pakaian dan lain-lain.
Beberapa pedagang yang menempati kios di pasar Kliwon baru harus menyewa, sedangkan kios dan los yang belum terjual – milik Pemkab – dapat ditempati sementara secara gratis. Meski ukuran kios relatif sempit, para pedagang tampak antusias menjajakan barang dagangannya.
Sugito (55) salah satu pedagang pakaian di lantai atas mengemukakan, untuk menyambung hidupnya kini ia harus tetap berdagang meskipun harus mengontrak kios. Disamping itu, ia terpaksa meminjam uang untuk modal awal. “Untuk rehab kios ini paling tidak menghabiskan biaya Rp. 750 ribu. Sedangkan untuk modal barang dagangan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah pembeli belum tampak ramai seperti ketika masih berada di pasar Kliwon lama. Paling tidak hanya separuhnya saja jika dibandingkan dengan jumlah pembeli yang lama. Diperkirakan kondisi ini disebabkan karena para pembeli belum mengetahui tempat kios yang biasanya menjadi langganan. Disamping itu, pembeli yang sudah tua enggan untuk naik turun tangga. “Padahal langganannya saya banyak orang tua,” sambungnya.
Menanggapi rencana Pemkab Temanggung yang akan segera menata kembali pasar darurat sesuai dengan zoning yang telah ditentukan, pedagang asal Kelurahan Butuh ini menyambut gembira. Pasalnya, para pembeli tidak akan kesulitan mencari lokasi karena sesuai dengan ckiteria dagangan.
Hal senada juga dikatakan Faturahman pedagang makanan asal Desa Badran Kranggan. “Pengaturan pasar darurat harus sesuai dengan jenis dagangan agar memudahkan para pembeli,’ ujarnya. Pedagang yang kiosnya ikut hangus terbakar ini meminta agar penempatan kembali pada pasar yang akan dibangun disesuaikan dengan jenis dagangan tanpa merugikan para pedagang yang sudah memiliki sertifikat.
Sementara itu Hadiyono, pedagang sepatu asal Mujahidin menuturkan, ia bersama pedagang lainnya telah membangun sendiri pasar darurat di jalan Kolonel Sugiyono sebelah utara. Setidaknya ia menghabiskan dua juta rupiah untuk membangun kios yang terbuat dari papan. Sementara untuk modal awal berupa sepatu dan sandal distok oleh grosir yang sudah menjadi langganannya. “Ya lumayan sudah mulai banyak pembeli, bisa untuk nyambung hidup,” katanya.
Menurut penuturan para pedagang, paling tidak sekitar 80 persen para pedagang sudah menempati pasar yang disediakan untuk sementara. Selebihnya, para pedagang masih menunggu pasar darurat selesai dibangun.

ZONING
Untuk mengatur penempatan para pedagang korban kebakaran, Pemkab Temanggung telah mengeluarkan surat edaran Nomor 500/00282, tanggal, 7 Februari 2009 perihal penempatan pedagang pada padar darurat. Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa pembangunan pasar darurat dilakukan dengan memanfaatkan rusa jalan yang berdekatan dengan Pasar Kliwon Temanggung, Pasar Kliwon Baru dan komplek Plasa Temanggung.
Penempatan pedagang dalam pasar darurat diatur dan ditetapkan dengan system zoning untuk pedagang korban kebakaran, pedagang yang berijin/bersertifikat dan pedagang yang aktif berjualan. Sistem zoning yang diatur adalah Pasar Kliwon Baru dan lingkar selatan untuk pedagang tahu, tempe, beras, jajanan/makanan kecil,plastic dan sabun, dandang dan tukang patri, tukang cukur, kitab dan buku, kembang, buah, sayuran/ketela/kelapa dan tembakau.
Basemet Pasar Kliwon Baru untuk pedagang bolo pecah, elektronik, minuman dan ratengan. Komplek Plasa untuk pedagang pakaian dan rombeng. Jalan Wr. Soepratman untuk pedagang rokok, reparasi jam, penjahit dan klitikan. Jalan Gunung Prau dan jalan Dr. Cipto untuk grabatan. Jalan Kol Sugiyono untuk kelompok kios, sandal dan ratengan.
Sedangkan jalan Diponegoro dan jalan Tentara Pelajar dipergunakan sebagai sub terminal angkutan perkotaan/pedesaan. (Arbai-Humas).

Berita Terkait