Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KUNJUNGAN MENDIKNAS

Senin, 23 Maret 2009 Pendidikan
MENDIKNAS Bambang Sudibyo :
Pendirian SMK diperbanyak

TEMANGGUNG, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof Dr Bambang Sudibyo,MBA menegaskan,  pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional akan terus memperbanyak mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) dibanding Sekolah Menengah Atas ( SMA ).  Diperbanyaknya pendirian SMK bertujuan untuk membekali para siswa dengan berbagai ketrampilan, sehingga setelah lulus siap memasuki dunia kerja.
   Penegasan itu disampaikan Mendiknas ketika memberikan sambutan pada acara peletakan batu bata pertama pembangunan gedung SMK Al Mu’min Muhammadiyah Selopampang Temanggung Sabtu kemarin ( 21/3), disaksikan Bupati, Muspida dan pejabat terkait sebelumnya Mendiknas dalam kunjugan kerjanya di Kabupaten Temanggung, meresmikan SMK Muhammadiyah Ngadirejo dan menggelar pertemuan  dengan jajaran PGRI Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung di Graha Bhumi Phala Temanggung. 
   “Pendirian  SMA dirasakan sudah cukup, oleh karena itu penambahan sekolah baru akan dikonsentrasikan untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan. Oleh Karena itu pembangunan  SMK akan terus diperluas dan ditingkatkan mutunya guna mendidik  para lulusan SMP dengan berbagai ketrampilan untuk bekal memasuki dunia  kerja setelah lulus“ tandasnya 
   Menurutnya pilihan memperbanyak SMK dilakukan  sebagai upaya untuk mengatasi angka pengangguran dan mengurangi kemiskinan. Karena nantinya, siswa lulusan SMK akan mendapatkan sertifikasi keahlian, sehingga siap untuk masuk dunia kerja. Selama ini lanjutnya,  rasio murid SMK dengan SMA, 30 persen berbanding  70 persen. Secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan rasio tersebut akan dibalik menjadi 70 persen berbanding 30 persen, sehingga jumlah SMK lebih banyak dibanding SMA.
   “ Sampai akhir tahun 2008 rasio pendirian SMA  sudah turun menjadi 54 persen dan SMK naik menjadi 46 persen. Diharapkan sampai akhir masa jabatan saya Oktober mendatang sudah berbanding 50 : 50 “ katanya seraya menambahkan menyambut positif didirikannya  SMK Al Mu’min Selopampang yang membuka jurusan grafika.
   Dia mengutarakan,  program pemerintah Wajib Belajar  9 tahun  hasilnya cukup besar dan para lulusan SMP setelah melanjutkan ke jenjang SLTA sebagian besar  nantinya tidak akan melanjutkan kuliah  ke bangku perguruan tinggi. oLeh karena itu  kebijakan  memperbanyak pembukaan SMK merupakan pilihan tepat sebagai tempat pendidikan berbagai macam ilmu ketrampilan .Bagi lulusan SMP yang tidak ingin melanjutkan kuliah ujarnya, diseyogyakan sekolah di SMK sehingga nantinya memiliki ketarmpilan kerja.
   “Kebijakan meningkatkan jumlah pendirian SMK, merupakan  sebuah rekayasa sosial yang serius  dan konsisten akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Upaya ini ditempuh untuk mencetak siswa yang memiliki  ketrampilan, karena realitas menunjukkan banyak lulusan SLTA yang tidak melanjutkan kuliah“ ungkapnya. (Hms/Edy Laks)

Berita Terkait