Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Tidak Paham Iklim Panen Bisa Gagal

Selasa, 25 Juli 2017 Umum

    TEMANGGUNG, Salah satu penyebab kegagalan panen  disebebakkan karena petamni tidak paham akan iklim. Oleh karena itu  untuk mengantisipasai gagal panen petani harus memahami perkembangan iklim yang terjadi.
    Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, R Mulyono Rahadi Prabowo  disela-sela acara penen raya padi mikongga hasil program Sekolah lapang Iklim ( SLI ) di desa Soropadan Kecamatan  Pringsurat  Sabtu ( 22/7 ). Dikatakan  salah satu upaya pemerintah agar  budidaya pertanian  bisa berhasil  salah satu diantaranya menyelenggarakan Sekolah lapang Iklim . Dengan  SLI sebagai wadah bagi para petani untuk memaksimalkan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. Jadi, dapat menentukan waktu yang tepat selama mengolah lahan. Saat awal tanam dapat memperoleh pasokan air yang cukup dan menjelang panen terhindar dari minimnya ketersediaan air. Oleh karena itulah, kami berharap informasi yang diperoleh itu dapat disebarluaskan kepada kelompok tani lain.
    “Kita harapkan dengan adanya pemahaman informasi iklim, maka kegagalan panen menjadi berkurang. Pengalaman kita sejak 2011 para petani yang ikut punya pengetahuan informasi iklim, ada peningkatan antara 40 sampai 70 persen. Lalu dari sisi produksi pertanian rata-rata naik 20-30 persen dari rata-rata daerah,” ujarnya,     Menurutnya tujuan dari kegiatan Sekolah Lapang Ilim Tahap 3 adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrim. Selain itu, melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim ekstrim seperti banjir dan kekeringan.
    Sementara itu, salah seorang petani, Arif  menuturkan  bahwa digelarnya SLI memberikan dampak yang sangat positif bagi para petani, baik mereka yang berkecimpung dalam pengolahan tanaman padi maupun palawija.Dengan kontinuitas informasi yang mereka dapat, mulai kalender tanam hingga sistem pencegahan maupun pemberantasan hama, hasil panen yang mereka peroleh semakin menunjukkan adanya peningkatan yang sangat drastis.Kalau biasanya hanya dapat 5 sampai 6 ton per hektare, kini dengan informasi BMKG lewat SLI, hasil panen yang kami peroleh meningkat sampai 7 ton per hektar.( Hms17/ Edy Laks )

 

Berita Terkait