Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Anggota DPR RI Sujadi Tinjau Bendung Progo Pistan

Senin, 07 Agustus 2017 Pemerintahan

TEMANGGUNG, Sujadi mengatakan  kunjungan kerja meninjau  bendung Pro Pistan bertujuan untuk mengetahui  secara langsung kondisi bendung setelah selesai dibangun tahun 2014 silam. Saat ini  pembangunan dilanjutkan dengan membangun jaringan irigasi yang dianggarkan Pemerintah pusat sebesar 107 miliar. Sedang kunjungannya di sawah indah soropadan bertujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi sawah ayang akan dikembangkan menjadio obyek desa wisata tani.
    Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Kementerian PUPR, Muhammad Nasir mengatakan pembangunan jaringan irigasi Bendung Progopistan sudah mencapai 25 persen dan akhir 2017 dijadwalkan bisa difungsikan untuk empat desa.Ia menuturkan pembangunan daerah irigasi Progopistan dilaksanakan dengan skema kontrak tahun jamak dan dijadwalkan tahun 2018 selesai.
    Ia mengatakan saat ini sedang diupayakan percepatan pembangunan jaringan irigasi Progopistan yang semula selesai Desember 2018, coba diselesaikan pada pertengahan 2018.
    Menurut dia, jika pembangunan jaringan irigasi tersebut sudah selesai, nantinya bisa mengairi lahan sawah seluas 1.105 hektare di delapan desa. Didamping di Daerah Aliran Sungai Progo di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada akhir 2017 siap mengairi lahan sawah di empat desa di Kabupaten Temanggung.

    Bupati Temanggung Bambang Sukarno menyebutkan empat desa yang lahan sawahnya bisa diairi pada akhir 2017, yakni Desa Gedongsari, Jumo, Kalibanger, dan Jamusan. Padasaatnya nanti kalau seluruh jaringan irigasi sepanjang 20 kilometer sudah selesai dibangun maka Bendung Progopistan akan mengairi sawah di delapan desa, yakni Desa Gedongsari, Jumo, Kalibanger, Jamusan, Malebo, Gesing, Pare, dan Tegowanuh.Sejumlah desa tersebut berada di tiga wilayah kecamatan, yakni Jumo, Kandangan, dan Kaloran.
    Sedang mengenai hamparan sawah di desa Soropadan cukup potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata tani guna menyedot pengunjung baik  wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Selain letaknya startegis di pinggir jalan utama  jalur Secang Semarang, juga  subur dan luas. Sebagai daya dukung pengembangan desa wisata tani, di Soropadan saat ini sudah  berdiri jembatan gantung  dan keberadaan  bukit indah ( Hms17/ Edy Laks )

 

 

Berita Terkait