Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pelantikan Kajari Temanggung

Jumat, 27 Pebruari 2009 Pemerintahan
MUTASI JABATAN KAJARI TEMANGGUNG

TEMANGGUNG, Setelah kurang lebih selama tiga tahun menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung, Suningsih, SH pindah tugas sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan tinggi Jawa Tengah. Selanjutnya posisinya digantikan oleh Agus Budi Santoso, SH, MM yang sebelumnya menjabat sebagai pengkaji pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan di Makasar.
Pelantikan dilakukan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung pada hari Kamis 26 Pebruari 2009 oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah atas nama Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng, yang dihadiri Bupati  bersama Muspida Temanggung.
Dalam sambutan tertulisnya, Kajati Jateng H. Winerdy Darwis, SH.MH mengatakan, alih tugas dan jabatan adalah bagian dari proses yang paralel antara kepentingan pencapaian tujuan organisasi  dan jenjang karier bagi yang bersangkutan. Selain itu, juga merupakan suatu penyegaran dalam pelaksanaan tugas sehingga potensi, kreasi dan inovasi dalam menjalankan jabatannya yang baru akan selalu dapat terjaga. Oleh karena itu, setiap jabatan baru harus selalu siap dilaksanakan secara disiplin, profesional dengan integritas moral yang tinggi.
Dikatakan,sejak era reformasi digulirkan, terdapat banyak perubahan dalam wilayah penegakan hukum. Kran demokrasi yang sebelumnya tertutup rapat kini menjadi terbuka lebar. Masyarakat secara bebas mengungkapkan pendapatnya termasuk dalam hal penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Berbagai opini publik disampaikan melalui mass media maupun audio visual terhadap lembaga penegak hukum. Ekspektasi masyarakat terhadap lembaga penegak hukum menjadi sangat tinggi sehingga diperlukan optimalisasi penegakan hukum oleh masing-masing lembaga penegak hukum, khususnya lembaga Kejaksaan, kata Winerdy.
Menurutnya, hanya institusi Kejaksaan yang dapat menentukan apakah suatu kasus dapat diajukan ke Pengadilan atau tidak ( Dominus Litis ). Kejaksaan juga merupakan satu-satunya institusi pelaksana putusan pidana ( Executive Ambtenaar ).
Untuk itu diharapkan, Institusi Kejaksaan dapat berfungsi secara optimal dalam penegakan hukum, dengan tetap berpegang pada kode etik jaksa sebagai tuntutan tata pikir, tata tutur dan tata laku dalam mewujudkan jati diri jaksa yang tunggal, mandiri dan mumpuni.(HMS/Sis.).

Berita Terkait