Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Sampah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 29 Agustus 2017 Pemerintahan

   TEMANGGUNG, Warga masyarakat berpeluang  meningkatkan kesejahteraannya  dengan mengelola sampah  menjadi barang  berharga bernilai ekonomi. Oleh karena itu diminta  limbah sampah yang ada jangan dibuang begitu saja namun hendaknya dikelola  secara baik dan benar  agar bermanfaat untuk kehidupan.
    Hal itu dikemukakan  Direktur Pengelolaan  Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Sudirman saat meninjau  sejumlah bank sampah di Kabupaten Temanggung  Sabtu (26/8) . Dalam peninjauan tersebut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Temanggung Muhammad Amin Agus Prasodjo dan pejabat terkait. Bank sampah yang ditinjau meliputi  Brojolan Barat Kelurahan Temangggung I, perumahan  Maron permai, Madureso  dan  calon lokasi pendirian  gedung  bank sampah induk di Kowangan.
    Menurut Sudirman, warga masyarakat  berpeluang  menambah pendapat keluarga dengan mengelola sampah yang dihasilkan setiap harinya. Pengelolaan sampah  dilakukan  dengan  memilah dan memilih  antara sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik  seperti  limbah  sayuran dan makanan  diolah menjadi kompos sebagai pupuk tanaman.Sedang  sampah non organik seperti kertas dan plastik diolah menjadi barang yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai jual seperti  mainan dan kerajinan.Oleh karena itu diminta kepada warga masyarakat jangan langsung membuang  sampah, namun hendaknya  melakukan tahapan  pengelolaan  secara  tepat dan benar  supaya tetap bisa memberikan keuntungan.
    Dikatakakan   tahapan pengelolan sampah dikenal dengan istilah 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang) sampah mulai dari sumbernya.Reduce adalah upaya mengurangi volume sampah.
     Reuse adalah upaya menggunakan kembali sampah tanpa perubahan bentuk untuk kegiatan lain yang bermanfaat.Sedang  Recycle adalah upaya mendaur ulang sampah menjadi benda lain yang bermanfaat. Tujuan dibangunnya bank sampah ujarnya adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah guna mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.
    “ Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Sampah sudah menjadi ancaman yang serius, bila tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya “ tandasnya  seraya menambahkan pihaknya apresied terhadap warga masyarakt Temanggung  yang bersemangat dalam mengelola bank sampah .
    Dia mengungkapkan  dengan melakukan tahapan  3 R  maka  selain  memberikan keuntungan secara ekonomi , namun bisa mengurangi  volume sampah yang sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir ( TPA )  sampah . Dengan demikian   TPA tidak cepat penuh  sehingga memungkinkan  bisa dimanfaatkan  sebagai tempat pembuangan sampah dalam jangka panjang .
    Kepala  Dinas Lingkungan  Hidup Muhammad Amin Agus Prasodjo mengatakan sampai saat ini di kabupaten Temanggung sudah berdiri 125 bank sampah  tersebar di 20 Kecamatan. Pihaknya terus  menyosialisasikan  bagaimana cara mengelola  sampah yang baik dan benar kepada masyarakat . Dengan demikian diharapkan  kesadaran masyarakat untuk hidup  sehat  menjaga kelestarian lingkungan  tanpa polusi sampah  semakin tinggi .  Selain mendorong  terus pendirian  bank sampah , pihaknya juga membangun  Instalasi Pengolah Air LImbah ( IPAL ) komunal dan  pengelolaan bio gas di sejumlah tempat  diantaranya di  Brojolan Barat ( Hms17/ Edy Laks )

Berita Terkait