Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MOU DENGAN PERHUTANI UTK PENGEMBANGAN KOPI

Kamis, 08 Pebruari 2018 Pemerintahan

TEMANGGUNG, Pemeriontah Kabupaten Temanggung bersepakat dengan Perum Perhutanai wilayah Kedu Utara untuk  menjalin kerjasama  dalam pengembangan kopi di lahan milik Perhutani. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam naskah nota kesepahaman  yang ditandatangi Bupati Bambang Sukarno dengan administrator Perhutani Kedu Utara, Erwin, Selasa (6/2) di komplek wana wisata Sindumoyo Desa Katekan Kecamatan Ngadirejo.
     Bupati HM Bambang Sukarno menyambut positif dengan ditandatanganinya nota kesepahaman dengan Perhutani untuk pengembangan kopi di lahan milik perhutani. Dengan adanya kesepahaman tersebut memberikan peluang kepada Pemkab Temanggung utamanya para petani yang tinggal disekitar lahan milik Perhutani untuk mengembangkan tanaman kopi guna meningkatkan kesejahteraan.     
     Administratur KPH Kedu Utara, Erwin, di Temanggung, mengatakan wujud sinergi Perum Perhutani KPH Kedu Utara dengan Pemkab Temanggung untuk mengembangkan kopi, telah diinventarisasi lokasi yang layak dalam kerja sama penanaman kopi di kawasan hutan. Berdasarkan hasil inventarisasi terdapat seluas 399,7 ha yang dapat dikerjasamakan dengan rencana pengembangan jesnis kopi arabika seluas 369,2 ha dan jenis robusta seluas 30,5 ha.
     Luasan lahan tersebut tersebar di 10 kecamatan meliputi 19 desa yakni di Kecamatan Wonoboyo meliputi tiga desa seluas 33 hektare, Kecamatan Candiroto (dua desa seluas 33 ha), Kledung (empat desa seluas 195,9 ha), Tembarak (satu desa seluas 25,2 ha).Kemudian Kecamatan Selopampang (dua desa seluas 15,1 ha), Tretep (satu desa seluas 5 ha), Bejen (dua desa seluas 9,4 ha), Gemawang (satu desa seluas 5,6 ha), dan Kecamatan Kandangan (dua desa seluas 10,5 ha). Pola pengelolaan dan kerja sama serta hal-hal teknis dalam pengembangan kopi ini akan dituangkan lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama antara Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Pemkab Temanggung, dan lembaga masyarakat desa hutan pada 19 desa tersebut. (Hms18/Edy Laks)

Berita Terkait