Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SOSIALISASI EMPAT PILAR MPR RI

Rabu, 21 Maret 2018 Umum

TEMANGGUNG,  Fi Ahsani Taqwim bekerja sama dengan MPR RI mengadakan Sosialisasi Empat Pilar pada Hari Selasa ( 20/3 ) di Graha Bhumi Phala, Temanggung dan dibuka langsung oleh Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M. A selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
    Acara ini dihadiri oleh  Pjs. Bupati Temanggung diwakili Kepala Kesbangpolinmas Temanggung, Kapolres Temanggung, Komandan Kodim 0706 Temanggung, Kepala Pengadilan Negeri  Temanggung, Ketua Mapadi ( Majelis Pesantren dan Dakwah Indonesia ) Jawa Tengah, Ketua Yayasan Fi Ahsani Taqwim Temanggung, dan Anggota dari Yayasan Fi Ahsani Taqwim.
    Dalam sambutannya Ketua Mapadi Jawa Tengah, mengatakan bahwa berbicara tentang Pesantren maka bersinggungan langsung dengan masa depan yaitu generasi penerus bangsa dan agama di negeri ini. Sebagai kewajiban bersama untuk mencetak penerus bangsa, maka dibutuhkan strategi untuk menumbuh kembangkan Pesantren di Jawa Tengah agar bisa menegakkan NKRI yang berdaulat.
    Menurut Kepala Kesbangpolinmas, H. Kuncoro, SH, MM selaku wakil dari Pjs. Bupati Temanggung,  nilai – nilai kearifan Pancasila sebagai Undang – Undang Dasar 1945  harus terus ditanamkan terutama untuk generasi penerus bangsa guna menangkal paham transnasional yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu nilai – nilai kearifan Pancasila digunakan sebagai pijakan atau landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus di bumikan pada generasi penerus bangsa. Sebagai upaya penting untuk meningkatkan dan menguatkan semangat persatuan anak bangsa.
    Sambutan langsung Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A yang sekaligus membuka acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, empat pilar merupakan prinsip yang mesti dipegang teguh oleh masyarakat agar dapat hidup bernegara dengan baik. Dengan harapan masyarakat mau mulai belajar dan memahami isi dari empat pilar. Menurutnya peran dunia Islam untuk Indonesia sangat luar biasa. Kebangkitan pergerakan perjuangan Indonesia sampai dengan mencapai kemerdekaan tak lepas dari peran ulama juga santri serta umat Islam Indonesia. Intinya bicara tentang bangsa dan negara juga dengan dunia santri sangatlah nyambung. Karena yang ada dalam Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sangat kompatibel dengan dunia Pesantren. Maka tidak benar jika melabeli Islam dengan berbagai macam hal – hal negatif  seperti radikal, atau teroris. Dunia santri dan rakyat Indonesia harus waspada jangan sampai di adu domba  antara ulama dan santri juga dengan Pemerintah, TNI dan Polri yang dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak suka pada Islam dan negara. Maka tugas kita semua menjaga keutuhan Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari  juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (HMS18/Intan).

 

Berita Terkait