Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Grebeg Makukuhan Sambut Ramadhan

Selasa, 15 Mei 2018 Umum

TEMANGGUNG, Warga masyarakat Desa Kedu Kecamatan Kedu menggelar Jelajah Wisata Budaya Religi Dan Grebeg Makukuhan Minggu kemarin (13/5/17) guna menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1439 Hijriyah. Acara tersebut berjalan meriah disaksikan puluhan ribu penonton yang datang dari berbagai penjuru.
   Jelajah Wisata Grebeg Makukuhan ditandai dengan kirab mengarak gunungan hasil tani isi gunungan tersebut merupakan simbol yang memiliki beberapa makna di dalamnya antara lain tembakau, padi jenis rojolele yang konon benihnya dibawa oleh Ki Ageng Makukuhan masuk ke wilayah Kedu saat beliau menyebarkan Agama Islam pada abad ke-18. Selain itu, turut diarak pula simbol ayam Kedu hitam dan putih, kucing condromowo, serta perkutut hitam dan putih yang menjadi klangenan Ki Ageng semasa hidup. Kirab  diawali pasukan pleteon inti SMK Ganesha  Kedu yang membawa bendera merah putih sebagai simbol rasa nasionalisme masyarakat terhadap bumi pertiwi.
   Disamping itu  dimeriahkan drum band dan pawai perwakilan masyarakat dari masing-masing RT se Desa Kedu yang menampilkan berbagai  atraksi  diantaranya replika harimau, ikan lele  berduri, kambing,  sapi  dan lain sebagainya serta berbagai  kesenian tradisional  seperti kuda lumping, dayakan, kubro siswo dan rebana. Kirab dan pawai  diberangkatkan dari halaman SMK Ganesha  Kedu  melewati jalan raya  ke timur dan berkahir di panggung kehormatan komplek makam ki ageng makukuhan. Berbagai gunungan yang dibawa  selanjutnya diperebutkan oleh para pengunjungb setelah sebelumnya dilakukan doa untuk keselamatan bersama. Disepanjang rute perjalanan, iringan-iringan kirab dan pawai mendapat sambutan hangat ribuan penonton.
   Camat Kedu Agus Sri Sudaryanto  menjelaskan  petilasan  makam Ki Ageng Makukuhan merupakan asset  yang  layak dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata religi seperti makam Walisongo. Selain itu  Kecamatan Kedu juga memiliki potensi  budaya berupa wayang kedu  dan berbagai kesenian tradisional serta  ayam cemani. Oleh karena itu melalui jelajah wisata budaya dan Grebeg Makukuhan  diharapkan  aset makam  ki ageng Makukuhan  bisa berkembang menjadi obyek wisata religi unggulan.
   Suhardono salah seorang pengunjung dari Yogyakarta menuturkan  dirinya bersama keluarga menyempatkan diri untuk menyaksikan grebeg Makukuhan sambil berwisata  sebelum datangnya bulan ramadhan 1439 Hijriyah. Ia merasa terkesan dengan penyelenggaraan Grebeg Makukuhan, diharapkan acara tersebut bisa  dikembangkan dimasa-masa mendatang sebagai wahana  untuk melestarikan  budaya warisan nenek moyang  yang adiluhung bernuansa religi. (Humas18/Edy Laks).  

 

Berita Terkait