Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pemkab Tuban Belajar DBHCHT Di Temanggung

Selasa, 15 Mei 2018 Umum

TEMANGGUNG, Pemerintah  Kabupaten Tuban  Provinsi Jawa Timur mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung Senin (14/5). Kunjungan kerja bertujuan untuk studi banding masalah pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Rombongan dipimpin Asisten Bidang Ekbang dan Kesra Sunarto  diterima  Asisten Ekbang dan Kesra Pemkab Temanggung Sadwoko Heri Susatyo  di ruang Loka Bakti Praja  komplek Setda Kab Temanggung.
    Pimpinan rombongan  Sunarto menjelaskan, kunjungan kerja di Temanggung bertujuan untuk studi banding tentang pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dinilai  dikelola cukup baik oleh Pemkab Temanggung. Selain itu juga dimaksudkan untuk menggali informasi tentang pelestarian penanaman tanaman tembakau.  Diharapkan hasil studi banding  nantinya akan dikaji dan diterapkan di daerahnya supaya   pengelolaan DBHCHT berjalan lebih baik efektif dan efisien. Diutarakan Pemkab Tuban pada tahun anggaran 2018 ini mendapat alokasi DBHCHT sebesar Rp 19 miliar yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan  di sejumlah  OPD terkait. Demikian halnya mengenai  budidaya pelestarian tanaman tembakau bisa dilakukan secara optimal dengan sasaran  akhir tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas tidak hanya  petani tembakau saja.
    Asisten Ekbang dan Kesra Pemkab Temanggung Sadwoko Heri Susatyo  mengatakan Kabupaten Temanggung pada tahun anggaran  2018 ini mendapat alokasi DBHCHT dari pemerintah sebesar  RP 30.735.722.000. Sedang sisa DBHCHT Kabupaten Temanggung tahun anggaran 2017 sebesar Rp 1.962.943.900, sehingga  total alokasi DBHCHT tahun anggaran 2018 sebesar Rp. 32.698.675.900. Dana  tersebut dimanfaatkan untuk Program peningkatan kualitas bahan baku di Dintanpangan & Bapedda, dengan Alokasi Anggaran 9,7 M, Program pembinaan industri di Disperindagkop & UKM, dengan Alokasi Anggaran 100 Juta dan Program pembinaan lingkungan sosial Bidang kesehatan di DKK , dengan Alokasi Anggaran 17,705 M (56,33 % mendukung JKN). Disamping itu digunakan untuk Program pembinaan lingkungan sosial bidang tenaga kerja di Dinaker, dengan Alokasi Anggaran 2,525 M, Program pembinaan lingkungan sosial Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di DINAKAN, , dengan Alokasi Anggaran 1,1 M.
    “Bidang lain yang digarap memanfaatkan DBHCHT  yaitu untuk Program sosialisasi ketentuan di bidang cukai di BAGIAN PEREKONOMIAN (SEKRETARIAT DBHCHT), dengan Alokasi Anggaran 200 Juta dan Program pemberantasan barang kena cukai ilegal di Dinas Satpol PP & Damkar, dengan Alokasi Anggaran 100 Juta“ ujarnya
    Terkait dengan upaya pelestarian tanaman tembakau  diutarakan areal penanaman tembakau tersebar di 14 kecamatan sentra tembakau utamnya di kawasan  Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau.  Pemkab Temanggung terus berupaya mendorong petani menanam  varietas tembakau kemloko yang merupakan jenis  tembakau asli Temanggung. Saat ini pihaknya  sudah berhasil  meluncurkan varietas kemloko baru, yakni kemloko 4, 5 dan 6. Ia menuturkan dari berbagai jenis tersebut petani bisa memilih jenis kemloko yang cocok ditanam di lahan milik petani. Sebelumnya juga sudah diluncurkan varietas kemloko 1, 2, dan 3 yang terbukti mampu menghasilkan tembakau kualitas tinggi yang harga jualnya mencapai ratusan ribu rupiah per kg  ketika sudah menjadai tembakau rajangan kering. ( Hms18/ Edy Laks )

 

Berita Terkait