Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Festival Sindoro Sumbing 2019

Minggu, 09 Juni 2019 Kesenian

Temanggung, Festival Sindoro Sumbing (FSS) 2019 merupakan sebuah rangkaian acara kebudayaan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Wonosobo. Festival Sindoro Sumbing baru pertama kali dilaksanakan dan rencananya akan menjadi acara tahunan. Tema acara FSS tahun ini adalah “LESTARI”.
Adapun rangkaian acara yang akan dilaksanakan sebagai berikut.
1. Panggung Jaranan (9 Juni 2019) di Alun-alun Temanggung
Panggung Jaranan merupakan acara Lomba Jaran Kepang Tingkat Jateng & DIY. Akan menampilkan 18 kelompok kesenian Jaran Kepang yang ada di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu juga akan ada penampilan bintang tamu Jaran Kepang Temanggung. Acara akan dilaksanakan mulai pukul 08.00-16.00 WIB.
2. Ngopi di Papringan (16 Juni 2019) di Pasar Papringan Ngadiprono
Acara ini akan berisi penjualan kopi dan kuliner lokal. Selain itu juga akan dilaksanakan Sarasehan, workshop dan pameran tentang kopi. Ngopi di Papringan menjadi sebuah upaya mengangkat citra kopi dan kuliner lokal di kancah nasional dan internasional. Selain itu, acara ini juga sebagai upaya apresiasi kepada para pegiat kopi yang telah berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Acara akan dilaksanakan mulai pukul 08.00-16.00 WIB.
3. Sarasehan Budaya (25 Juni 2019) di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo
Sarasehan ini menggali konsep pelestarian dan pengembangan Jaran Kepang sebagai identitas kebudayaan daerah yang dapat memberikan dampak sosial ekonomi masyarakat.
Narasumber sarasehan ini adalah praktisi seni, akademisi, pakar ekonomi kreatif, dan budayawan. Adapun peserta  Serasehan ini merupakan pelaku seni  dan komunitas jaran kepang yang ada di Kabupaten Temanggung. Acara akan dilaksanakan mulai pukul 08.00-16.00 WIB.
4. Workshop Kostum Jaran Kepang (26-27 Juni 2019)di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo
Workshop kostum jaran kepang ini akan menghadirkan pembicara fashion desainer, antropolog, dan pakar pemasaran. Workshop pembuatan kostum ini akan dilaksanakan di sebuah desa yang saat ini menjadi sentra pembuatan kostum kesenian. Workshop ini akan dilaksanakan selama 2 hari, hari pertama akan berisi pemaparan materi dan hari kedua akan langsung praktik membuat kostum Jaran Kepang. Peserta workshop berjumlah 50 orang para perajin kostum yang ada di Temanggung.
5. Pre-Event JiFolk (6 Juli 2019) di Segowok Art Center, Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu
Pre-Even Jifolk merupakan acara pembuka sebelum acara puncak Jifolk. Acara ini akan menampilkan pentas pertunjukan Jaran Kepang dari Desa Ngadimulyo dan satu bintang tamu yaitu Congwayndut dari Surakarta. Congwayndut merupakan kesenian kolaboratif antara wayang, keroncong dan seni tari. Acara ini akan berlangsung pukul 19.30-23.00 WIB.
6. JiFolk (12-14 Juli 2019) di Alun-alun Temanggung
JiFolk merupakan sebuah acara pertunjukan foklor tingkat internasional dengan konsep kelestarian, kearifan lokal dan kolaborasi. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan kekayaan budaya rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dan dari mancanegara. Pengisi acara yang akan berpartisipasi diantaranya Tari Barong (Blora), Lengger (Banyumas), Kethek Ogleng (Wonogiri), Sasando (Flores), Kecak (Bali), Rampak Kendang (Jawa Barat) Asean Contemporary Dance (Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Filiphina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) dan lain-lain. Selain panggung pertunjukan, juga akan dilengkapi dengan stan kuliner tradisional sehat serta pameran tentang foklor Temanggung.
7. Sendratari Sindoro Sumbing (19-20 Juli 2019) di Lapangan Kledung Temanggung
     Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kabupaten Temanggung dan Wonosobo yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dikawasan Sindoro Sumbing. Kegiatan akan dilaksanakan selama 2 hari, hari yang pertama yaitu: Ritus yang akan dilakukan adalah Ruwat Rigen (Temanggung) dan Wiwit tanem (Wonosobo). Hari Kedua akan berisi Arak-arakan dari masing-masing Kabupaten menuju lokasi acara yang akan dilanjutkan dengan menampilkan seni budaya lokal. Puncak acara yakni Sendratari Sindoro Sumbing berjudul “Mapageh Sang Watu Kulumpang”. Dalam bagian akhir pertunjukan ini  masing-masing kepaladaerah akan mendeklarasikan kelestarian  lingkungan di lereng Sindoro Sumbing.
Rangkaian acara Festival Sindoro Sumbing ini merupakan sebuah upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan kreatif dalam bentuk seni pertunjukan. Pelaksanakan kegiatan ini adalah para generasi muda yang ada di Temanggung dan Wonosobo. Sebuah acara kolaboratif antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan swasta. FSS mengangkat kearifan lokal dan konsep seni pertunjukan yang ramah lingkungan untuk menuju kelestarian. Lestari alamnya, lestari budayanya, dan lestari masyarakatnya.(Hms)

Berita Terkait