Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Pemkab Temanggung Jual Kios dan Los Pasar Legi Parakan

Kamis, 03 Oktober 2019 Pemerintahan

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung, segera menjual kios dan los di pasar Legi Parakan  yang masih tersisa  guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah. Dengan penjualan tersebut diharapkan mampu memasukkan pendapatan daerah sekitar Rp.4 miliar.
          Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Rony Nurhastuti di kantornya  Rabu (2/10) menyebutkan  jumlah  kios dipasar legi Parakan baik di lantai I  dan II seluruhnya sebanyak 505 unit dan sudah laku 447 unit sehingga masih ada 58 unit yang belum terjual. Demikian halnya untuk los baik di lantai I  dan II dari keseluruhan  2459 unit  yang sudah laku sebanyak 2450 unit sehingga masih ada 9 los  yang belum terjual .Oleh karena  jumlah Kios  yang siap dijual  sebanyak 58 unit dan los sebanyak 9 unit. Diutarakan  penjualan mulai  tanggal 2 Oktober sampai dengan tanggal 15 Desember 2019, bagi masyarakat yang beminat dapat berhubungan langsung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengelola pasar Legi Parakan  pada setiap hari pada jam kerja. Selain itu  bisa meminta keterangan lewat nomor whatshap  (WA) 085740684337.
          Dikemukakan  harga kios dan los sesuai dengan Peraturan Bupati Temanggung Nomor 64 Tahun 2015 tertanggal 30 Desember 2015  tentang penempatan pedagang pasar Legi Parakan menyebutkan bahwa  harga jual  los  di lantai I sebesar Rp.10.000.000 dan yang berada di lantai II sebesar Rp.8.000.000. Sedang harga kios  baik dilantai I maupun II bervariasi  sesuai dengan ukuran dan letaknya  dengan tingkatan harga terendah Rp.47.850.000 dan yang tertinggi Rp.167.040.000. Jika seluruh los dan kios  tersebut terjual maka bisa menyumbangkan pemasukan ke kas daerah  sebesar Rp. 3.913.840.000 dengan rincian dari penjualan los Rp.76.000.000  dan penjualan kios  Rp.3.837.840.000.    
          “ Untuk  pembayaran dilakukan secara tunai langsung ke  kas daerah di Bank Jateng, dengan terlebih dahulu mengambil surat tanda setoran di UPT Pasar legi Parakan. Model pembayarannya tidak boleh diangsur, jadi wajib lunas. Namun kita upayakan agar ada pihak ketiga seperti bank yang bisa membantu para pedagang. Jadi nanti pedagang ngangsurnya ke bank bukan ke Pemkab“ jelasnya  sembari menambahkan syarat bagi calon pembeli melampirkan foto copi KTP 3 lembar dan menyerahkan pas foto berwarna  3 lembar untuk kios background warna merah   dan untuk los background warna biru.
          Sebagaimana diketahui Pasar Legi Parakan dibangun di masa pemerintahan Bupati Bambang Sukarno. Pada saat itu juga pasar yang diklaim menjadi pasar modern terbesar di Jawa Tengah ini langsung diresmikan dan mulai beroperasional pada akhir 2017. Pasar legi Parakan memiliki luas kurang lebih 3 hektare, dan dapat menampung sekitar 3.000 pedagang. (Bagian Humas Pemkab Temanggung19/edilak)

Berita Terkait