Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bupati Panen Jagung Hibrida NK 33

Kamis, 07 Juli 2011 Pertanian dan Perkebunan
Bupati Panen Jagung Hibrida NK 33
POTENSI  HASIL 7,6 TON PER HEKTAR


TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi melakukan panen perdana  jagung hibrida varietas Nk 33  di Desa Bendungan Kecamatan Tretep Rabu kemarin (6/7). Panen perdana  ditandai dengan pemetikan buah jagung di lahan milik petani disaksikan  Kepala Bappeda, Kepala  Bapeluh, Camat Tretep beserta Muspika   dan pejabat terkait.
     Bupati Hasyim Afandi  dalam sambutannya mengatakan menyambut positif upaya Badan Pelaksana Penyuluhan  Kabupaten Temanggung  mengembangkan jagung  hibrida varietas NK 33  di Tretep. Hal tersebut  dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi jagung sekaligus  kesejahteraan petani.   Dia mengharapkan agar budidaya  penanaman jagung  hibrida NK 33  terus dikembangkan di masa mendatang.
     Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau  pada jaman dulu ungkapnya, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam jagung berbuah jagung. Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah tidak lagi menanam jagung berbuah jagung, melainkan menanam jagung harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani  mesti  berpikir produktif, dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian varietas unggul dan prospek pasarnya  cerah seperti jagung  hibrida NK 33  guna menghasilkan uang.Dengan demikian petani dapat menikmati keuntungan  sehingga hidupnya sejahtera.
     “Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen  mudah dijual dan harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya  melimpah otomatis  harganya murah  sehingga merugi“ tandasnya seraya menambahkan hasil pengembangan inovasi berbagai komoditas pertanian unggulan kini sudah mulai membuahkan hasil memberi peluang petani meningkatkan penghasilannya.
     Pelaksana Kegiatan P3K Kecamatan Tretep Widiyatno  menjelaskan, pada tahun 2011 ini meluncurkan program demplot pengembangan  penanaman jagung  hibrida NK 33  di Desa Bendungan Kecamatan Tretep. Diutarakan, uji coba demplot seluas 50 hektar  dilaksanakan  di desa Tlogo  dan Simpar masing-masing 20 hektar dan di Bendungan 10 hektar. Untuk Desa bendungan penanaman dilakukan pada tanggal 20 -28 Februari 2011 dan setelah dipanen  rata-rata setiap hektarnya menghasilkan jagung pipilan kering 7,6 ton. Hal itu jauh lebih banyak bila dibandingkan jagung lokal yang rata-rata setiap hektarnya hanya menghasilkan 2,2 ton.
     Keunggulan jagung  hibrida NK 33  lanjutnya, tanaman kokoh, buahnya besar dan padat serta  tahan roboh. Hal itu berbeda dengan jenis jagung yang lain yang kebanyakan tidak kokoh sehingga mudah roboh bila ada serangan angin, akibatnya kualitas maupun kuantitas menjadi tidak baik.  Selain itu tahan penyakit dan butirannya besar  serta kebutuhan benih hanya 15 kg perhektar. Saat ini harga jagung pipilan kering NK 33  laku Rp.3000/kg  sehingga setiap hektarnya rata-rata menghasilkan Rp.22.800.000. Sedang biaya produksi setiap hektarnya  hanya Rp.2.700.000, dengan demikian petani mendapatkan keuntungan bersih Rp.20.000.000/hektar.
     “Demplot percontohan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan minat petani  sekaligus menyebarluaskan  hasil percontohan budidaya jagung  hibrida NK 33   yang memiliki keunggulan lebih dibanding jenis  lain. Dengan menaman jenis jagung  ini, petani berpeluang besar memperoleh hasil yang banyak guna meningkatkan kesejahteraannya“ ujarnya. Seraya menambahkan, melalui uji coba ini  diharapkan petani  mampu mengelola sumber daya yang tersedia secara terpadu dalam melakukan budidaya  berdasarkan  kondisi spesifik lokasi sehinga  lebih trampil dan mampu mengembangkan usaha taninya  guna peningkatan produksi.(Hms11/Edy Laks)

Berita Terkait