Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Cita Rasa Bakso Lombok Uleg Khas Temanggung Memang Ngangenin

Senin, 28 Januari 2019 Umum

TEMANGGUNG, Tidak hanya di Malang yang terkenal dengan Bakso Urat, namun di  Kabupaten Temanggung juga terdapat sajian kuliner bakso khas yang patut untuk dicoba, namanya Bakso Lombok Uleg.
     Bakso yang satu ini cukup berbeda dengan bakso pada umumnya. Pada umumnya bakso disajikan lengkap dengan kuah segar, mie kuning atau bihun, dan tahu, setelah itu baru ditambahkan sambal sesuai selera yang telah disediakan di meja penyajian.
     Akan tetapi pada Bakso Lombok Uleg yang merupakan makanan khas Temanggung ini, cabai akan dihaluskan atau diuleg terlebih dahulu di mangkuk bakso, baru kemudian disiram kuah. Salah satu warung yang menyajikan menu ini adalah Warung Among Roso Dusun Pikatan Desa Mudal Kabupaten Temanggung tersebut tidak pernah sepi pembeli.
     “Cabainya diuleg di mangkok, itu ciri khasnya, jadi tidak perlu pakai cobek. Disini juga tidak pakai saos sama sekali, Cuma pakai sambal saja,” tandas Dwi Susetyo, Pemilik Bakso Lombok Uleg Among Roso.
     Dwi tampak sibuk melayani pembeli, ia juga ditemani istri dan anaknya. Disini, pembeli jika ingin menjajal pedasnya bakso lombok uleg sebaiknya langsung memesan kepada penjualnya seberapa pedas yang diinginkan sang pembeli.
     Dwi menuturkan, pembeli yang datang bisa menentukan berapa banyaknya cabai yang digunakan sesuai selera. Biasanya, ukuran sedang ia memberikan dua sampai lima buah cabai.
     “Tergantung selera juga, pernah ada yang pesan sampai 25 cabai. Tapi pernah juga yang pesan tidak pakai cabai sama sekali,” paparnya.
     Aroma khas cabai rawit begitu terasa ketika bakso disajikan. Kuah panas yang mengepul membuat selera semakin tergugah.
     Hal lain yang membuatnya berbeda adalah isian tambahan yang digunakan. Bakso lombok uleg tidak menggunakan mie kuning atau bihun sebagai mana bakso pada umumnya, melainkan potongan ketupat dan tahu merah. Baksonya pun memiliki ukuran yang sama, tidak menggunakan bakso ukuran besar dengan urat atau telur.
     Semangkuk bakso komplit berisikan bakso sebanyak empat buah, tahu dan setengah ketupat ini bisa dinikmati dengan harga Rp10.000,00. Selain bakso komplit, menu bakso lainnya adalah bakso ketupat, bakso tahu dan bakso kuah biasa juga dengan harga yang sama.
     Dalam sehari, Warung Bakso bisa menjual sekitar 150 porsi bakso, jumlah itu bisa bertambah dua kali lipat ketika akhir pekan. Dwi yang sudah menjalankan usaha Warung Bakso Among Roso selama lebih dari 7 tahun tersebut menambahkan, rata-rata dalam satu hari warungnya menghabiskan 5 kilogram daging sapi untuk diolah menjadi bakso.
     Salah satu pembeli bakso Lombok Uleg Among Roso, Nita (38) mengaku bahwa pihaknya memang menyempatkan waktunya untuk mudik dan mengunjungi makam orang tuanya untuk sembari mampir menikmati satu porsi Bakso Lombok uleg.
     “Jauh-jauh dari Kabupaten Demak menyempatkan menikmati satu mangkok bakso Lombok Uleg khas Temanggung dengan kuah panas dan aroma cabai rawitnya bikin ngangenin,” pungkas Nita sembari menikmati bakso Lombok uleg. (HMS19/MCTMG)

Berita Terkait