Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SEMANGAT BELAJAR SMP TERBUKA

Senin, 25 Mei 2009 Pendidikan
SEMANGAT BELAJAR SISWA SMP TERBUKA MEMPRIHATINKAN

TEMANGGUNG, Keberadaan SMP Terbuka yang merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam rangka memberikan kesempatan bagi anak didik untuk dapat melaksanakan wajib belajar 9 tahun, perlu ditinjau ulang. Sebab, dalam pelaksanaannya, tidak mudah meminta siswa SMP Terbuka itu mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif, bahkan saat UN pun banyak dari siswa tidak hadir.
     Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Milono di kantornya, kemarin. Semangat untuk mengikuti proses pembelajaran ujarnya, siswa SMP Terbuka sangat  memprihatinkan. Kendati pihak sekolah telah memberikan fasilitas belajar yang memadai, serta perhatian yang tinggi dari pendidiknya, namun banyak siswa SMP Terbuka yang enggan bersekolah.
     Dia mengutarakan, sebenarnya modul yang diberikan kepada mereka telah lengkap, para guru juga siap memberikan pengajaran, tetapi terkadang hanya sedikit yang masuk ke sekolah. Padahal proses belajar mengajar dilakukan seminggu sekali dan pada sore hari saja.
     Keadaan yang tidak lebih baik juga terjadi ketika pelaksanaan UN SMP sederajat beberapa waktu lalu. Meski UN tersebut merupakan tahapan yang menentukan bagi kelulusan mereka, namun tetap saja banyak dari siswa yang tidak berangkat. Bahkan, apabila dipersentase, ada sekitar 30% siswa terdaftar yang tidak ikut UN 2009 ini, dan kebanyakan tanpa keterangan yang pasti katanya.
     Dikatakannya, sebetulnya maksud pemerintah menyelenggarakan SMP Terbuka ini baik, yakni untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang sudah bekerja atau membantu orang tuanya pada pagi hari, agar juga dapat menuntut ilmu lagi. Hal tersebut tampak dari proses belajar mengajar SMP Terbuka, yang dilaksanakan sore hari. Akan tetapi  perlu ditinjau ulang karena dalam praktiknya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
     Menurut Milono, dengan peninjauan ulang itu, dimungkinkan dalam pengelolaan SMP Terbuka tidak hanya oleh SMP Negeri saja, namun juga swasta. Hal tersebut dengan dasar pemikiran, karena beban SMP swasta lebih ringan, maka mereka akan lebih telaten dalam mengurus siswa SMP Terbuka tersebut. Disisi lain, dalam penentuan nilai standar kelulusan, mestinya tidak disamakan dengan SMP reguler. Sebab, kualitas anak didik maupun intensitas proses belajar mengajarnya berlainan antara keduanya.(Hms/Edy Laks)        

Berita Terkait