Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

JASA RAHARJA

Rabu, 27 Mei 2009 Sosial
Pengajuan Santunan PT. Jasa Raharja Dapat Melalui Kantor Samsat


TEMANGGUNG, Untuk mendapatkan santunan korban kecelakaan lalu lintas dari PT. Jasa Raharja, masyarakat dapat mengajukan melalui Kantor Samsat terdekat jika tidak terdapat kantor perwakilan khusus dari PT. Jasa Raharja. Kantor Samsat disamping melayani dalam kepengurusan STNK kendaraan bermotor juga melayani pengajuan santunan korban kecelakaan lalu lintas. Di Temanggung, kantor Samsat yang berada di perempatan Terminal Induk Temanggung, saat ini sudah membuka pelayanan tersebut.
     Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Jawa Tengah, Mustimar Karimi mengatakan, untuk memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat, pihaknya telah membuka beberapa kantor perwakilan, Kantor perwakilan khusus (Samsat), kantor pelayanan khusus dan petugas khusus pelayanan keliling. Di Jawa Tengah kantor perwakilan terdapat di Surakarta, Magelang, Pati, Pekalongan dan Purwokerto. Sedangkan untuk kantor perwakilan khusus berupa Kantor Samsat berada di Kedungsapur yang berjumlah 8 Kantor Samsat. Selain itu juga dibuka kantor pelayanan khusus bagi daerah yang rawan kecelakaan berada di Ungaran, Klaten, Sukoharjo, Kebumen, Blora dan Tegal. Untuk Petugas Khusus Pelayanan Keliling berjumlah 14 orang yang bekerja tersebar di beberapa daerah menurut jadwal yang ditentukan.
     Demikian dikatakannya ketika memberikan sambutan pada acara sosialisasi PT. Jasa Raharja yang berlangsung di Graha Bhumi Phala, Selasa (27/5) lalu. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT dan dihadiri Kepala DPKAD Propinsi jawa Tengah Suswanto dan diikuti Kepala Desa dan pejabat di lingkungan Pemkab Temanggung.
     Ada persyaratan khusus untuk mendapatkan santunan kecelakaan sehingga tidak semua korban kecelakaan begitu saja dapat menerima santunan dari PT. Jasa Raharja. Mustimar menjelaskan, ada beberapa kriteria santunan tidak dapat diberikan yaitu kecelakaan dikarenakan bunuh diri atau kesengajaan lainnya, korban mabuk, sedang dalam tindak kejahatan, kelainan atau cacat badan/rokhani, kondisi tertentu seperti gempa, angin puyuh, perang dan kerusuhan.
     “Dalam kondisi tertentu seperti kecelakaan tunggal tidak diberikan santunan dari PT. Jasa Raharja” sambungnya.
     Sejak tahun 2003 sampai tahun 2008  PT. Jasa Raharja sudah membayarkan santunan kepada korban kecelakaan sebanyak Rp. 489 milyar lebih. Santunan ini terdiri dari Rp. 231 korban luka-luka dan Rp. 258 milyar meninggal dunia. Data kecelakaan yang terjadi selama tahun 2003-2008 menunjukkan jumlah meninggal dunia10.600 orang dan luka-luka sebanyak 30.000 orang, sehingga rata-rata kecelakaan meninggal dunia di Jawa Tengah mencapai 5 – 6 orang per hari.
     Pemberian santunan pada tahun 2009 ini sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp. 25 juta, luka-luka Rp. 10 juta, cacat tetap Rp. 25 juta dan biaya penguburan bagi korban tanpa ahli waris sebesar Rp. 2 juta. Santunan tersebut diberikan kepada korban atau ahli waris melalui rekening bank.
     Wakil Bupati Temanggung, Ir. Budiarto MT mengharapkan, dalam proses pengajuan santunan korban kecelakaan agar diberikan prosedur yang mudah dan proses yang cepat sehingga masyarakat merasa puas. Pihak PT. Jasa Raharja harus lebih terbuka dalam meberikan informasi dan pelayanan lainnya sehingga masyarakat tidak bingung lagi dalam mengurus pembayaran santunan korban kecelakaan.(Hms/Arbai).

Berita Terkait