Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PERINGATAN HARI LANSIA KE 13

Senin, 01 Juni 2009 Umum
PEMKAB TEMANGGUNG PERINGATI HARI LANSIA KE 13

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung menyelenggarakan resepsi peringatan hari lansia ke 13 tahun 2009 di Graha Bhumi Phala Setda Temanggung Sabtu (30/5). Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati, Muspida, Pimpinan DPRD  dan pejabat terakit serta diikuti ratusan warga lansia  dari 20 kecamatan. Resepsi diisi ceramah kesehatan oleh dr. Joko Agung Priambodo mengetengahkan topik Bagaimana  cara hidup sehat bagi lansia.
     Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Ir. Budiarto mengatakan,  jumlah lansia  di Temanggung  sebanyak 50.032 jiwa terdiri  46.205 lansia potensial dan 3.827 lansia non potensial. Diutarakan,  penduduk  lanjut usia  terlantar/non potensial secara psiko social dan ekonomis sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Mereka ujarnya banyak yang dijumpai  menjadi pemulung, peminta-minta dan yang sangat disesalkan, kepedulian masyarakat terhadap orang-orang dhuafa  lansia  tersebut sangat rendah.
     “Kondisi lansia yang menyedihkan, sudah  menjadi kewajiban pemerintah  menyediakan jaminan sosial berupa  penyediaan lapangan kerja yang sesuai  maupun melindunginya secara pshykis. Selain itu meningkatkan taraf kesejahteraan social  melalui permodalan dan bimbingan yang mengarah pada kegiatan usaha ekonomi produktif maupun kelompok usaha bersama“ ujarnya
     Menurutnya, untuk mewujudkan kewajiban itu, pihak Pemkab dibantu stake holder terkait telah menerbitkan  Surat Keputusan Bupati Nomor 465.1/075/08. Dalam SK tersebut  memuat tentang pembentukan Komisi Daerah Lansia yang keanggotaannya  terdiri  Pemerntah, Swasta, Cendekiawan dan Relawan. Melalui Komisi tersebut  penanganan  pembangunan  lansia berjalan optimal, sehingga  lansia dapat mempertahankan dan mengembangkan peran dan fungsinya secara mandiri.
     Sementara itu  Sugeng Kusman  yang mewakili warga lansia mengatakan, Pemerintah mengakui  keberadaan para lansia  ditengah  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu para lansia merasa bangga dan bahagia  telah memperoleh kehormatan dan penghargaan  masih diwongke dan klebu etungan. Dengan demikian eksistensi lansia masih  diperhitungkan, tidak dianggap sudah tidak laik beredar dan dimasukkan kotak seperti wayang kulit.
     “Meski fisik para lansia sudah tua renta termakan usia, kemampuannya serba terbatas, namun  semangatnya  masih tetap menyala dalam mengabdikan diri  kepada sesama serta kepada Negara dan Nusa Bangsa” ujarnya.(Hms/Edy Laks)

Berita Terkait