Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Diskusi Publik

Selasa, 02 Juni 2009 Umum
Diskusi Publik
MENCARI DISAIN KESEIMBANGAN PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN

TEMANGGUNG, Dalam memberikan perkembangan yang positif bagi keseimbangan ekosistem secara umum dan khususnya zona kawasan Budidaya Tembakau di Temanggung dan sekitarnya. Senin (1/6) bertempat di Pemdopo Pengayoman Komplek Aloon-aloon Temanggung diadakan dialog publik kerjasama DPD APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Jawa Tengah dengan DPD Pemuda Tani Indonesia HKTI Jawa Tengah yang dikemas dalam bentuk dialog publik sehari antara pemangku kebijakan, kalangan perguruan tinggi/akademisi dengan masyarakat seputar kawasan Su-Si-Prahu “Sumbing-Sindoro-Prahu” dengan tema Mencari Disain Keseimbangan antara Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan. Selain diikuti masyarakat/tokoh masyarakat dan Bappeda/Bagian Lingkungan Hidup 4 kabupaten (Temanggung, Banjarnegara, Magelang dan Wonosobo), Pemuda tani Jateng, Budayawan dan juga Balittas Malang.
     Acara yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan secara partisipatif, menempatkan dan menyepakati desain kawasan penyangga dan kawasan budidaya (zonasi), guna menjembatani konflik kepentingan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan menemukan rumusan untuk plan of action dibuka secara resmi oleh Bupati Temanggung Drs. H. Hasyim Afandi.
      Dalam sambutanya Ketua APTI Jawa Tengah N. Wisnu Brata S.E. pada diskusi publik mengungkapkan bahwa pemanasan Global yang terjadi bukan lagi sekedar isu, tetapi telah menjadi ancara nyata yang harus direspon secara aktif dan sesegera mungkin. Pentingnya membangun kesadaran penyelamatan lingkungan ada pada masyarakat sekitar hutan/daerah tangkapan air (water catchment areas) dan lereng-lereng dengan kemiringan ekstrim. Terselamatkanya kawasan resapan air berarti juga menjamin suplai air pada musim kemarau bagi lahan-lahan pertanian dan kebutuhan keseharian masyarakat. Usaha penyelamatan lingkungan juga harus memikirkankeseimbangan antara manfaat kawasan secara produktif yang sanggup berfikir alternative dikalangan organisasi tani. Kawasan pegunungan Sumbing, Sindoro dan Prahu yang merupakan kawasan prioritas yang harus ditangani secepat mungkin mengingat potensi bencana lingkungan yang telah Nampak di depan mata.
     Target dan sasaran yang akan dicapai yaitu Kawasan hutan dan lahan-lahan yang diproyeksikan sebagai wilayah tangkapan air dikawasan rentan bencana lingkungan dan pada kantung-kantung budidaya tembakau di Jawa Tengah dan pada tahap awal APTI akan melakukan penanaman seluas 200 ha tanaman keras untuk mengkonservasi tanah kritis di kawasan gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu.(Hms/pakDhe)

Berita Terkait