Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PEMKAB TUTUP PAKSA PENAMBANGAN PASIR

Selasa, 02 Juni 2009 Umum
PENAMBANG BANDEL, PEMKAB TEMANGGUNG TUTUP PAKSA PENAMBANGAN PASIR

TEMANGGUNG, Lantaran kesal dengan ulah penambang pasir yang masih nekat menambang, meski sudah dilarang,  Pemkab Temanggung menutup paksa lokasi penambangan pasir di Desa Kwadungan Gunung Kecamatan kledung Temanggung  Senin siang kemarin  (1/6). Penutupan secara paksa  dilakukan dengan cara memasang portal cor beton  oleh petugas Satpol PP dibantu anggota Linmas dan diback up aparat TNI/Polri,  di 11 titik yang menjadi lokasi penambangan.
     Kegiatan penutupan paksa  nampaknya sebelum dilaksanakan,  sudah tercium para penambang, sehingga ketika kegiatan penutupan  berlangsung tidak tampak seorangpun yang melakukan aktifitas penambangan. Alhasil aksi penutupan yang dipantau langsung Bupati, Wakil Bupati, Muspida  dan Pejabat Provinsi Jawa Tengah berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari  para penambang.
     Bupati Drs. Hasyim Afandi mengatakan, 11 titik yang menjadi lokasi penambangan  pasir sebenarnya secara resmi sudah dilarang dan ditutup oleh Pemkab sejak tahun 2008 silam. Para penambangpun juga sudah sepakat untuk menghentikan aktifitas penambangan   dengan membuat surat pernyataan kesanggupan. Namun  realita dilapangan  para penambang  tetap membandel  melakukan penambangan sampai sekarang. agar aktifitas penambangan tidak terus berlangsung, pemkab terpaksa menutup paksa  dengan cara memasang portal cor beton  di jalan masuk lokasi penambangan. Diutarakan  bekas lokasi penambangan  nantinya direncanakan direklamasi, sehingga fungsi sebagai lahan pertanian bisa dikembalikan  seperti semula.
     “Dengan penutupan paksa ini, diharapkan penambang sadar tidak melakukan aktifitas penambangan lagi. Dengan demikian kerusakan lingkungan yang diakibatkannya  tidak bertambah luas. Namun demikian apabila penambang tetap membandel maka akan dikenakan  tindak tegas  dijerat  undang-undang  lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda setengah miliar  rupiah” tandasnya.
     Kepala kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Temanggung  Cakra Yudha, S.Sos  disela-sela memimpin  anak buahnya melakukan penutupan mengatakan,  penutupan paksa dilakukan  setelah berkoordinasi dengan Kodim dan Polres Temanggung. Penutupan paksa ditempuh  agar aktifitas penambangan  berhenti  total, sehingga kerusakan lingkungan tidak semakin parah.
     “Sebenarnya  sejak tanggal 20 januari 2009, penambang sudah menyatakan sanggup tidak menambang, namun kenyataannya sampai sekarang masih beraktifitas. Penutupan paksa ini  terpaksa ditempuh agar  penambangan berhenti “ ujarnya.
     Sementara itu  salah seorang warga  petani Sumaryanto menyatakan  mendukung upaya pemkab menutup paksa  lokasi penambangan pasir. Menurut dia aktifitas penambangan liar yang selama ini berlangsung berdampak buruk pada lingkungan, yakni sumber mata air menjadi berkurang dan lahan pertanian juga menjadi sempit  dan tidak subur.
     “Petani sangat mendukung penutupan paksa. Karena selama ini  dengan adanya penambangan pasir secara liar menyebabkan sumber mata air berkurang  sehingga berakibat buruk bagi dunia pertanian “ tuturnya. (Hms/Edy Laks)

Berita Terkait