Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

RESEPSI HARI ANAK NASIONAL

Senin, 27 Juli 2009 Umum
INOVASI DAN KREATIFITAS ANAK DIBANGKITKAN MELALUI HARI ANAK NASIONAL

TEMANGGUNG, Peringatan Hari Anak Nasional  tahun 2009 merupakan momentum segenap komponen bangsa, yakni pemerintah, dunia usaha  masyarakat, keluarga dan orang tua akan arti pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk pemenuhan  pelayanan kesejahteraan dan perlindungannya. Momentum ini harus dimanfaatkan  sebaik-baiknya karena sampai saat ini masih banyak anak yang belum mendapatkan haknya.
     Demikian dikemukakan, Bupati Drs. Hasyim Afandi  pada acara peringatan hari Anak Nasional tahun 2009  tingkat Kabupaten Temanggung di pendopo pengayoman Sabtu kemarin ( 24/7). Hadir dalam acara tersebut pejabat Muspida, Wakil Bupati dan segenap pejabat terkait serta diikuti  perwakilan anak-anak mulai tingkat TK hingga SLTA.
     “Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2009 merupakan  wadah untuk membangkitkan inovasi dan kreatifitas pada diri anak Indonesia agar kelak menjadi  manusia  seutuhnya , yaitu berbudi pekerti luhur, unggul, tangguh  dan berkarakter serta cinta tanah air yang dapat menjawab tantangan di masa depan“ tandasnya.
     Diutarakan, peringatan Hari Anak Nasional juga berbarengan dengan Hari Keluarga Nasional XVI dan Hari Kpendudukan Dunia serta  Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia  yang kegiatannya mulai  tanggal 1 s/d  7 Agustus 2009. Jelaslah ini lanjut dia  bahwa pembangunan kependudukan dan pentingnya pemberian ASI eksklusif 6 bulan pertama  menjadi perhatian dunia internasional. Hari Kependudukan Dunia tahun ini ujarnya menekankan investasi bagi kaum perempuan  terutama bidang kesehatan dan pendidikan, sedangkan pekan ASI sedunia  tahun ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif 6 bulan  pertama dan melanjutkan ASI bersama makanan pendamping ASI.
      “Sumbangan dari kaum perempuan yang sehat dan terdidik serta memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama akan sangat besar artinya dalam upaya  pengentasan kemiskinan dan pembentukan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas” katanya.
     Menurut bupati terbentuknya keluarga ideal bahagia dan sejahtera terutama bagi masyarakat kurang mampu menjadi hal yang sulit  dijangkau jika keluarga tersebut  berjumlah besar.Setiap anak yang dilahirkan merupakan beban bagi pencari nafkah dan orang tua yang memiliki banyak anak harus membagi-bagikan hasil mereka yang sedikit. Kondisi yang demikian, ungkapnya tidak memungkinkan untuk membiayai gizi, kesehatan dan pendidikan anak secara memadai.
    “Potret keluarga ideal merupakan cermin kekuatan masyarakat, bangsa dan negara yang utuh dan bersatu. Keluarga yang sejahtera menjadikan  keluarga damai dalam kehidupan yang saling menghormati, saling menghargai baik sesame anggota keluarga itu sendiri maupun antara keluarga satu dengan yang lain. Dengan demikian dapat melahirkan keluarga dan masyarakat yang berkepribadian dan bermoral tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai social budaya bangsa” tambahnya. (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait