Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BERANGKAT HAJI HARUS SABAR DAN NIAT HATI

Selasa, 28 Juli 2009 Umum
BERANGKAT HAJI HARUS SABAR DAN NIAT HATI

TEMANGGUNG, Berangkat menunaikan ibadah haji harus dilandasi dengan  kesabaran yang tinggi, niat hati yang suci dan mengikuti segala aturan serta petunjuk tentang tata cara beribadah haji. Dengan demikian pada saat nanti, ibadah haji bisa dilaksanakan  sebaik-baiknya, sehingga mendatangkan kepuasan beribadah dan  berpredikat haji mabrur.
     Hal itu dikemukakan, Bupati Drs. H. Hasyim Afandi  ketika membuka secara resmi  pembinaan dan bimbingan  praktek manasik massal I  tahun 2009 di gedung IPHI Kabupaten Temanggung Senin (27/7). Hadir dalam acara tersebut pejabat Muspida, pimpinan DPRD, Wakil Bupati  dan pejabat terkait serta diikuti calon jemaah haji Kabupaten Temanggung tahun 2009.
     “Ada tiga hal pokok  yang mesti dilakukan para calon jemaah haji yakni sabar, niat dengan hati dan mentaati  aturan tata cara beribadah haji. Ketiga unsur itu merupakan syarat utama agar ibadah haji bisa diterima oleh Allah SWT dan  mendatangkan kepuasan dalam beribadah“ harapnya.
     Menurut Bupati, dalam beribadah haji di tanah suci Mekkah  banyak godaan, cobaan dan rintangan  yang menuntut  untuk bersikap sabar dan lapang dada. Dicontohkan, beberapa rangkaian ibadah haji acapkali dalam pelaksanaannya mengalami perubahan waktu  berjam-jam dari waktu yang dijadwalkan. Hal itu  harus diterima dengan hati ikhlas dan sabar. Oleh karena itu lanjutnya, mulai sekarang para calon jemaah haji mulai menata hati  melatih kesabaran, sehingga segala godaan, cobaan dan rintangan yang ditemui di tanah suci kelak  bisa dilalui dengan selamat.
     Selain itu juga dilandasi niat hati yang suci semata-mata untuk beribadah, sehingga ibadah haji yang dilaksanakan akan mendapat ridho dan berkah dari  Allah SWT. Diutarakan kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan undangan dari Allah, karena undangan berarti  pilihan dari  ribuan umat Islam  di Temanggung. Karena dipilih lanjutnya, berarti suatu kehormatan dan sudah barang tentu memerlukan pengorbanan.
     “Tidak semua umat Islam berkesempatan menunaikan ibadah haji, hanya mereka yang lolos dipilih Allah SWT saja yang mendapat kehormatan menjadi tamu Allah di tanah suci Mekkah. Karena kehormatan, membutuhkan pengorbanan dan pengorbanan  dalam beribadah haji tidak akan sia-sia“ tegasnya.
     Kepala staf penyelenggaraan ibadah haji Drs. Muhammad Tobiq   menjelaskan, praktek manasik haji bertujuan  terbekalinya  ilmu pengetahuan pengalaman dan ketrampilan calon haji sehingga menjadi haji mandiri, melalui pembelajaran dalam ruangan dan praktek lapangan. Bimbingan pembekalan pengetahuan dilaksanakan  selama 10 pertemuan oleh 6 kelompok bimbingan  dibawah koordinasi KUA Kecamatan se Kabupaten Temanggung. Sedang pengalaman dan ketrampilan calon haji diselenggarakan bimbingan praktek manasik 4 kali oleh Kandepag terinci 2 kali praktek kelompok dan 2 kali praktek massal. Pembimbing  terdiri  dari para alim ulama dan pembimbing teknis sebanyak  20 orang.
     “Jumlah calon Haji  Kabupaten Temanggung 2009 sebanyak 548 orang   terinci 269 pria dan 279 perempuan. Namun demikian  7 orang calon Haji dipastikan gagal berangkat karena  4 orang wafat, 2 orang jamaah tunda  dan 1 orang hamil . Sebagian besar calon Haji berprofesi sebagai petani mencapai 196 orang. Lainnya  pegawai swasta, pedagang, PNS dan ibu rumah tangga“ jelas dia  seraya menambahkan, jumlah calon Haji terbanyak dari Kecamatan Temanggung  124 orang dan terendah dari Kecamatan Wonoboyo  1 orang. (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait