Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

AYAM CEMANI

Kamis, 30 Juli 2009 Umum
BETERNAK AYAM CEMANI MENJAJIKAN KEUNTUNGAN BESAR
BISA LAKU JUTAAN RUPIAH

TEMANGGUNG,  Buah tangan tidak hanya berupa benda mati  barang hidup pun bisa dijadikan oleh-oleh, apalagi barang itu punya keunikan dan mempunyai nilai magis yang tidak dijumpai di daerah lain. Salah satunya ayam cemani dari desa Kedu  Kecamatan Kedu  Kabupaten Temanggung yang harganya mulai dari ratusan ribu hingga  puluhan juta rupiah  per ekornya.
     Ayam cemani  merupakan salah satu jenis ayam Kedu dengan ciri khusus ayam ini memiliki komponen tubuh yang kesemuanya berwarna hitam  mulai dari bulu, kuku, kaki, paruh, jengger, lidah dan bahkan darahnya pun juga berwarna hitam.
     Nurfaizin Ketua Paguyuban  Peternak Ayam Cemani Makukuhan Mandiri ditemui di kandangnya Rabu (29/7)  mengatakan, ayam cemani merupakan plasma nuftah dan menjadi identitas Temanggung yang memiliki nilai ekonomi cukup  tinggi. Karena itu jenis ayam ini banyak dibudidayakan masyarakat setempat. Saat ini sedikit ada 50 peternak yang menjadi anggota Paguyuban. Mereka tertarik membudidayakan  ayam cemani, karena selain harga jualnya mahal, sekaligus sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan ayam cemani sebagai ciri khas  daerah Kedu. Diutarakan, ayam cemani merupakan warisan Ki Ageng Makukuhan yang diyakini sebagai leluhur orang pertama perintis cikal bakal Desa Kedu.
     Harga jual ayam cemani relatif mahal, untuk ayam cemani yang tidak berkelas berkisar antara Rp. 150.000,- sampai Rp. 500.000,- per ekor, sedang ayam cemani berkelas harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan telur cemani  1 butir bisa laku antara Rp. 25.000,- hingga Rp. 50.000,-, uthukkan  atau lebih dikenal dengan sebutan pecah cangkang laku antara Rp. 75.000,- hingga Rp. 100.000,- ujarnya.
     Dia menuturkan, beternak ayam cemani  tak ubahnya seperti beternak ayam  kampung. Baik dari segi pembuatan kandang, pakan dan tata cara pemeliharaan tidak jauh beda  dengan beternak ayam jenis lain. Hanya saja untuk menghasilkan ayam cemani berkualitas tinggi memerlukan tambahan pakan seperti beras hitam dan makanan supleman lainnya. Selain itu untuk menjaga kesehatan ayam, perlu dilakukan vaksinasi secara rutin dan penyemprotan kandang dengan desinfektan.   
     Menurutnya,  ayam cemani yang punya karakteristik serba hitam itu banyak diminati masyarakat sebagai kesenangan klangenan dan juga untuk berbagai kepentingan ritual seperti tolak balak,  tumbal,  nazar serta untuk sesaji berkaitan dengan ritual-ritual jawa. Pembeli ayam cemani kebanyakan dari luar daerah, seperti dari Magelang, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, beberapa kota di Jawa Timur bahkan ada yang dari Denpasar Bali.
     Ariyanto seorang pembeli warga Surabaya Jawa Timur,  mengaku membeli ayam cemani seharga Rp. 10 juta  yang akan digunakan untuk kepentingan ritual  guna keselamatan dan kelancaran usaha. Menurut lelaki yang berprofesi  sebagai pengusaha properti itu,  meski harga ayam cemani yang dibelinya itu sangat mahal, namun tidak menjadi masalah demi kepentingan ritual, sebagai upaya ikhtiar dengan harapan usaha yang digelutinya semakin maju dan berkembang.(Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait