Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

RUMAH BEKAS SARANG TERORIS DIKOSONGKAN

Kamis, 06 Agustus 2009 Umum
RUMAH BEKAS SARANG TERORIS DIKOSONGKAN, SERING DIPANTAU APARAT

TEMANGGUNG, Rumah bekas sarang teroris  di Dusun Kebon salak Desa Purwosari Kecamatan Kranggan kabupaten Temangung, saat ini dikosongkan. Hal itu terjadi  sejak ditangkapnya Joko alias Brekele yang merupakan anggota jaringan gembong teroris Nurdin M Top 3 tahun lalu.  Meski dikosongkan, namun  aparat keamanan  sering mangadakan pemantauan lebih-lebih  paska ledakan bom hotel JW Marriot dan Rizs Carlton  Jakarta beberapa waktu lalu.
     Kepala Dusun Kebon Salak Mulyono dirumahnya Rabu (5/8) mengatakan, rumah tersebut sebenarnya milik Hanan warga setempat yang pada tahun 2006 disewa oleh seseorang bernama Joko alias Brekele yang mengaku dari Boyolali. Orang tersebut yang menyewa rumah l bersama istri dan 1 orang anak , ketika awal mula bermukim di dusun Kebon salak tidak pernah melaporkan diri baik ke RT, RW maupun pihak Dusun. Ketika diminta menunjukkan kartu identitas diri  yang bersangkutan tidak mau  dengan alasan hanya akan tinggal  sebentar.
     “Dalam kesehariannya  Joko alias Brekele   yang selalu berpenampilan ala ustad dengan memakai pakian jubah  cukup gaul dengan masyarakat. Ia cukup aktif  Baik kegiatan ibadah keagamaan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya seperti kerja bakti dusun. Demikianpula isterinya yang selalu memakai cadar juga membaur dengan warga sekitar” Ujarnya.
     Kepada warga sekitar, Joko mengaku bekerja disebuah  usaha perikanan di Temanggung. Setiap pagi hari ia berangkat kerja dengan menenteng sebuah  bagor karung, namun warga tidak tahu pasti isi didalamnya. Pada sore dan malam hari , banyak tamu asing yang  sering mendatangi rumah Joko, namun warga sekitar tidak tahu pasti keperluan apa tamu-tamu itu berdatangan.
     Selang sekitar 6 bulan tinggal di dusun Kebon Salak, pada suatu hari sekitar jam 04.00  pagi, warga dikejutkan dengan suara letusan senjata api. warga kemudian berhamburan keluar rumah, mencari sumber suara tembakan, yang ternyata di rumah Joko  sudah banyak aparat keamanan. Warga  hanya bisa menyaksika dari kejauhan, karena dilarang mendekat oleh aparat keamanan. Pada saat itu warga melihat Joko sudah dinaikkan di mobil aparat dalam keadaan luka dibagian kaki dan darah segar berceceran di jalanan. Sedang aparat lain meninggalkan rumah Joko dengan menyita sejumlah barang yang dimasukkan beberapa buah karung.
     Sementara Joko alias Brekele ditangkap aparat keamanan, namun Isteri Joko bersikeras ingin tetap tinggal di Kebon salak. Warga merasa berkebaratan, dusunnya dijadikan sarang teroris, sehingga yang bersangkutan diusir paksa untuk meninggalkan dusun  dengan cara diserahkan ke Polsek Kranggan. Belakangan diketahui, isteri Joko dijemput keluarganya kembali ke Solo.
     Hal  senada juga diutarakan Mantan Kepala desa Purwosari, Sukarno. Dia menuturkan pada saat peristiwa penangkapan Joko, dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa. Penangkapan itu sangat mengejutkan warga, karena selama tinggal di desanya yang bersangkutan meski secara administrasi tidak melaporkan diri nampak berperilaku ramah dan  bersahabat. Namun demikain pihaknya merasa malu dan kecolongan, ternyata desanya tanpa disadari selama kurun waktu 6 bulan, telah menjadi sarang teroris.
     “Beberapa saat setelah peristiwa penangkapan itu, kemudian  memberikan laporan baik ke Kecamatan , Polsek maupun ke Koramil Kranggan. Tak lama kemudian sejumlah petugas mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara“ ungkapnya.  (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait