Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

RUMAH PERSEMBUNYIAN TERORIS JADI OBYEK WISATA

Selasa, 11 Agustus 2009 Umum
RUMAH PERSEMBUNYIAN  TERORIS JADI OBYEK WISATA

TEMANGGUNG, Rumah milik Muh Djahri  di  Dusun Beji Desa/Kecamatan  Kedu Kabupaten Temanggung yang diduga kuat menjadi tempat persembunyian gembong teroris Nurdin M Top    mendadak menjadi obyek wisata, ramai didatangi pengunjung . Pasalnya rumah tersebut  saat ini kondisinya  hancur setelah dibombardir tembakan senjata api dan bom  aparat Densus 88 pada Jum’at  sore  hingga Sabtu  pagi  7-8  Agustus 2009. Pengunjung  penasaran  ingin melihat langsung kondisi   rumah  yang menjadi lokasi penyerbuan Nurdin M Top, setelah melihat tayangan di berbagai televisi.
     Berdasarakan  pantauan  Minggu (9/8)  sejak pagi hingga petang hari banyak pengunjung yang  berdatangan. Mereka tidak hanya warga Temanggung, akan tetapi tidak sedikit pengunjung dari luar daerah seperti Yogyakarta, Semarang, Pekalongan, Kendal bahkan ada yang datang dari Cirebon  dan Surabaya. Meski lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP)  sudah dipasangi garis polisi dan dipagari seng namun tidak mengurangi minat warga yang ingin melihat dari dekat kondisi rumah Muh Djahri. Bahkan beberapa pengunjung  memanfaatkan  berfoto dengan latar belakang  rumah yang sudah hancur itu.
     Sudibyo Budiman yang mengaku dari Yogyakarta menuturkan, dirinya bersama rombongan sengaja datang ke Temanggung untuk melihat dari dekat kondisi rumah yang diduga kuat menjadi persembunyian gembong  teroris Nurdin M Top.   Biasanya setiap hari Minggu  mengadakan kegiatan  olah raga jalan kaki  di sekitar Yogya, namun khusus Minggu kemarin dialihkan ke Temanggung, karena penasaran ingin  milihat langsung di lapangan  situasi dan kondisi  rumah  yang porak poranda diserbu Densus  88.
     “Setelah berulang kali melihat tayangan di berbagai televisi, terus terang menjadi penasaran ingin melihat dari dekat kondisi rumah yang  ditembaki dan dibom aparat Densus 88 hingga menewaskan  gembong teroris Nurdin M Top. Tapi ternyata  rumah sarang teroris itu berdekatan dengan pemukiman warga, tidak seperti di tayangan televisi yang nampak terpencil  berdiri sendirian“ tuturnya seraya menambahkan, merasa puas setelah bisa melihat langsung meski sudah dipagari seng.
     Hal senada juga diutarakan Sherly yang juga mengaku dari Yogya. dia yang datang bersama teman-temannya merasa tidak penasaran lagi setelah bisa  melihat langsung  keadaan rumah persembunyian  teroris.  Dia berharap semoga yang tewas dibombardir Densus 88 benar-benar Nurdin M Top yang selama ini dikenal sebagai gembong teroris. Jika hal itu benar sungguh melegakan, masyarakat tidak lagi dibayangi ketakutan aksi peledakan bom, sebagimana  yang terjadi  berulang kali diberbagai tempat sebelumnya.  
     Ramainya pengunjung  juga dimanfaatkan beberapa pedagang mainan  anak-anak maupun penjual minuman dan jajanan. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggelar dagangan. Ternyata rumah milik Muh Djahri membawa keberuntungan sendiri bagi   para pedagang mainan dan penjual makanan yang mengaku dagangannya laris terjual.
     “Sebelum kejadian penyerbuan teroris di Beji, biasa berjualan keliling ke kampung-kampung. Namun sejak Dusun Beji  ramai dikunjungi  banyak orang  yang ingin melihat rumah  persembunyian  teroris,  sengaja berjualan disini dan dagangannya laris” tutur santoso pedagang mainan. 
     Keramaian banyak warga masyarakat yang berkunjung, juga dimanfaatkan pemuda  dusun Beji  untuk  menyediakan  tempat dan jasa parkir kendaran baik roda dua maupun roda empat. Jasa parkir mulai dilakukan sejak Sabtu  kemarin, untuk sepeda motor dipungut  Rp.1000 dan mobil Rp. 2000. Khusus untuk hari Sabtu mendapat pemasukan Rp. 400.000 dan hari Minggu kemarin  sekitar Rp. 800.000. Jasa parkir akan dilakukan sepanjang  pengunjung masih banyak yang datang.
     “Banyaknya pengunjung yang  datang  dan sebagian besar  mengendarai  kendaraan bermotor, dimanfaatkan pemuda menyediakan layanan  jasa parkir, agar aman dan tertib. Hasil pemasukan parkir nantinya akan dimanfaatkan untuk meneruskan pembangunan masjid  yang hingga kini belum sempurna” tutur Andi koordinator petugas parker.(Hms09/Edy Laks).

Berita Terkait