Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SAFARI RAMADHAN DEPARTEMEN AGAMA PUSAT

Sabtu, 05 September 2009 Umum
SAFARI RAMADHAN DEPARTEMEN AGAMA PUSAT
Pencapaiaan predikat sebagai Muttaqim

TEMANGGUNG, bertempat di Pendopo Pengayoman Jumat kemarin (4/9) safari tim Ramadhan Departemen Agama RI mengadakan dialog lintas agama, yang dihadiri Muspida, Kepala SKPD, Tokoh agama dan  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dialog antar agama dilakukan agar terjadi keakraban antar pemeluk agama. Dalam sambutannya Bupati Temanggung Drs. Hasim Afandi merharap acara ini adalah acara silaturahmi yang akhirnya akan tercipta saling mengerti antar pemeluk agama.
     Sambutan menteri agama yang disampaikan DRS H. ABD Ghofur Djawahir Sekretaris Ditjen PHU Departeman Agama Pusat bahwa safari Ramadhan tahun ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan memperkuat ikatan dan memperkuat ikatan rasa persaudaraan kita sebagai umat beragama dalam suasana kebersamaan dan kasih sayang. Pada kesempatan tersebut ditegaskan pula bahwa Pemerintah memberikan kebebasan untuk melakukan dakwah agama. Pemerintah tidak akan menghalang-halangi kegiatan dakwah agama, dan tidak akan  melakukan pengawasan terhadap dakwah, dan tidak akan melakukan pengawasan terhadap dakwah dalam arti negatif. Pemerintah hanya ingin menegaskan bahwa kebebasan dakwah agama bukan berarti tidak memiliki batas ketidakbolehan  yang berkaitan dengan kewajiban menjaga kedamaian dan ketentraman bersama. Semua kebebasan harus disertai dengan tanggung jawab, dan tetap harus berada dalam koridor hukum yang telah menjadi kesepakatan kita sebagai bangsa.
     Menteri Agama juga berharap kiranya masyarakat dapat bersatu padu dan bahu membahu untuk membina lingkungannya masing-masing agar tidak terjadi penyalah gunaan agama untuk tindakan kekerasan, tidak ada pemboncengan kegiatan keagamaan untuk tindakan kekerasan. Mari kita jaga anak-anak dan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham-paham  yang salah yang menggunakan kekerasan dengan berselimutkan agama, dan  jaga pula rumah-rumah ibadah dan tempat-tempat pendidikan anak-anak kita agar tidak menjadi tempat yang rawan akan pengaruh paham yang salah dan mengimpang. “Para pemeluk agama, dan pimpinan lembaga atau ormas keagamaan untuk bersama-sama menyatukan langkah dan terus memberdayakan umat masing-masing agar terus berkembang menjadi umat yang lebih baik dari waktu kewaktu” ajaknya.
     Berkaitan dengan bulan suci Ramadhan marilah ibadah puasa ini dijadikan sebagai wahana pengendalian diri dan peningkatan kesadaran spiritual tentang makna kehadiran setiap diri kita di muka bumi ini. Berpuasa melatih untuk menahan emosi dan perilaku negative, agar menjadi manusia yang arif dan bermanfaat nagi sesama. Melatih untuk jujur terhadap diri sendiri yang pada giliranya dapat memperteguh komitmen moral yang kuat. Jika setiap kita memahami dan menghayati makna dibalik puasa dan berbagai aktifitas ibadah lainnya di bulan suci ini sebagai jihad terbesar melawan hawa nafsu, maka tidak ada peluang bagi kita untuk bersikap agresif, main hakim sendiri, menebar ancaman dimana-mana, melakukan berbagai aksi kekerasan dan kriminalitas dan apatis terhadap kondisi lingkungan sosialnya. Tetapi sebaliknya akan menjadi pribadi yang unggul berkarakter serta bermanfaat bagi lingkungannya  jika kita menghayati dan menginternalisasikan makna puasa dan bulan Ramadhan dengan pencapaiaan predikat sebagai Muttaqim.(Hms09/pakDhe)

Berita Terkait