Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENGHUNI RUTAN TEMANGGUNG LAMPAUI KAPASITAS

Selasa, 20 Oktober 2009 Umum
PENGHUNI RUTAN TEMANGGUNG LAMPAUI KAPASITAS

TEMANGGUNG, Jumlah tahanan maupun nara pidana (napi) yang menghuni rumah tahanan (Rutan) Negara Temanggung, saat ini telah melampui kapasitas hingga hampir dua kali lipat dari daya tampung yang semestinya. Yakni, dari kapasitas sebanyak 100 orang, sekarang yang menjadi penghuni lembaga negara tersebut mencapai 175 orang.
     Kepala Rutan, Sugeng Irawan, di kantornya, Senin (19/10) mengatakan, karena terbatasnya kamar dan lahan yang ada, dibanding dengan jumlah penghuninya, maka menjadikan kondisinya kurang layak. Namun demikian, hal ini juga terjadi di sebagian rutan dan lembaga pemasyarakatan (LP) daerah lain, Dia mengatakan, jumlah penghuni yang melampuai kapasitas itu sudah terjadi sejak akhir tahun 2008 lalu, dan hingga saat inipun belum pernah kurang dari 100 orang penghuni. Selain napi yang telah divonis hakim dan memiliki status hukum tetap, penghuni di sana adalah para tahanan yang merupakan titipan pihak kepolisian, kejaksaan dan Pengadilan Negeri (PN).
     Sedangkan dari 175 penghuni tersebut, sebanyak 79 orang merupakan tahanan dan sejumlah 96 orang adalah napi. Kemudian, dari para tahanan itu, 8 orang diantaranya perempuan dan dari para napi, yang perempuan berjumlah 5 orang.
     ''Pelanggaran hukum yang dilakukan atau diduga dilakukan mereka beraneka jenis. Seperti, pencurian, pembunuhan anak, penggunaan narkoba, berjudi, korupsi dan sebagainya,''jelas dia.
     Untuk kamar yang ada di Rutan itu sebanyak 12 ruang, terdiri dari 6 kamar ukuran kecil dan 6 kamar ukuran besar. Lantaran jumlah penghuninya terlalu banyak, maka satu kamar juga diisi hampir dua kali lipat dari daya tampung yang selayaknya.
     Misalnya saja, untuk kamar besar yang layakanya diisi oleh 5 orang, beberapa ada yang lalu diisi 10 orang. Demikian pula, untuk kamar besar yang kapasitasnya semestinya hanya 10 orang, kemudian diisi 20 orang.
     ''Sebenarnya masih ada beberapa ruangan, akan tetapi telah kita manfaatkan untuk tempat kegiatan-kegiatan bagi para penghuni, seperti untuk mushala, ruang kegiatan ketrampilan, dan lain-lain,''ujarnya.
     Dampak dari berjubelnya jumlah penghuni rutan itu, menurutnya, adalah penghuni tentu saja merasa kurang nyaman, apabila dibandingkan jika ruangannya lebih longgar. Terutama, tatkala mereka tidur, harus berdesak-desakan satu dengan yang lainnya. Di samping itu, dapat juga berdampak pada kesehatan, terutama penyakit kulit pada penghuni Rutan.(Hms09/Edy Laks

Berita Terkait