Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SMK SWADAYA TEMANGGUNG SUMBANG GEMPA SUMATRA BARAT

Selasa, 20 Oktober 2009 Umum
SMK SWADAYA TEMANGGUNG SUMBANG GEMPA SUMBAR Rp. 27,6 JUTA

TEMANGGUNG,  Keluarga besar SMK Swadaya Temanggung menggalang pengumpulan sumbangan untuk korban gempa Sumatera Barat. Hasil pengumpulan sumbangan  diserahkan Kepala Sekolah SMK Swadaya Muh Hasyim kepada Kepala BRI Unit Kebonsari Temanggung Eviani TS, selaku pihak yang akan menyalurkannya.  dalam sebuah upacara yang diikuti ratusan siswanya, di halaman sekolahan tersebut, Senin (19/10).
     Jumlah sumbangan yang berhasil dihimpun dan dibantukan sekolahan tersebut kepada korban gempa adalah sebesar Rp. 27,6 juta. Jumlah itu memang sangat besar, mengingat penghimpunan hanya dilakukan dalam waktu sekitar 4 hari, Tanpa mengecilkan peran dan niat tulus sekolahan yang lain yang juga mengadakan kegiatan pengumpulan dana gempa serupa, mungkin SMK inilah yang berhasil menghimpun dana paling besar.
     Namun demikian, rasa syukur dan bangga tersebut, tentu saja bukan semata-mata karena banyaknya jumlah uang yang terkumpul. Lebih dari itu, yang patut dibanggakan adalah kepedulian dan pengorbanan para siswa, -yang didukung sepenuhnya oleh guru-guru mereka, sehingga dengan penuh keikhlasan menyisihkan uang sakunya, dan melakukan penghimpunan sumbangan dari warga.
     Atas kesepakatan siswa, mereka bersedia memberi sumbangan minimal Rp. 5.000/anak. Uang itupun penyerahannya tidak sekaligus, namun diangsur maksimal 3 kali. Cara mengangsur ini untuk memberi kesempatan siswa menyisihkan uang sakunya setiap hari.
     Alhasil, dari para siswa ini terkumpul uang Rp. 5,7 juta lebih. Mereka juga masih menjadi relawan untuk mengumpulkan sumbangan dari saudara-saudara dan warga sekitar tempat tinggal mereka. Melalui cara itu sebanyak Rp. 11 juta lebih, dapat terhimpun. Sedangkan pengumpulan sumbangan dari pengendara sepeda motor di kota Temanggung terkumpul sekitar Rp 5 juta, lalu dari guru dan karyawan SMK Swadaya sendiri terhimpun Rp. 2 juta.
     Muh Hasyim mengatakan, pihaknya memang mengetuk hati para siswa agar memililki kepedulian terhadap sesama yang sedang kesusahan. Bersama Waksek Humam Sabroni, setiap kelas didatangi dan siswanya diberi pemahaman spritual dan kemanusiaan, dibalik fenomena musibah gempa itu. Sehingga, para siswa pun ingin dengan penuh kedalaman nurani untuk membantunya, dan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban saja.
     ''Mereka juga paham, memberikan sedekah itu merupakan penolak bala datangnya bencana dan musibah. Karena itu, sebelum datang banyak musibah, lebih baik banyak-banyaklah membantu orang-orang yang sedang kesusahan,''tuturnya.(Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait