Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

HARGA BEKATUL NAIK

Jumat, 23 Oktober 2009 Umum
HARGA BEKATUL NAIK, PETERNAK TERANCAM GULUNG TIKAR

TEMANGGUNG, Gara-gara harga bekatul sebagai salahsatu bahan pakan ayam petelur yang terus melambung  hinggga mencapai 50 persen,  kalangan peternak di Temanggung terancam gulung tikar. saat ini harga bekatul  mencapai Rp. 2250/kg dari sebelumnya hanya Rp. 1600/kg, demikian juga harga konsentrat juga masih tinggi Rp. 275.000/zak  dan jagung Rp. 2100/kg. Sedang harga jual telur relative rendah hanya Rp. 10.300/kg tidak sebanding dengan naiknya harga  pakan, sehingga peternak rugi jutaan rupiah.
     Samsul dan Sutoro  yang memiliki usaha peternakan ayam petelur  10.000 ekor di MaduresoTemanggung menuturkan, naiknya harga bekatul mulai dirasakan sepekan belakangan ini  yang  cukup tajam. Bila sebelumnya harga bekatul hanya Rp. 1600/kg saat ini sudah naik mencapai Rp. 2250/kg, padahal  untuk memberi pakan ayam 10.000 ekor sedikitnya setiaphari dibutuhkan 5 kwintal bekatul. Tingginya harga bekatul  otomatis menambah biaya operasional pakan, padahal harga konsentrat dan jagung juga masih tinggi  yakni konsentrat Rp. 275.000 /zak dan jagung Rp. 2100/kg.
     Mereka mengatakan, sebenarnya  kenaikan harga pakan  ternak tidak terlalu berpengaruh  jika harga jual telur juga naik. Namun kenyataan dilapangan, harga jual telur masih  relative rendah hanya Rp. 10.300/kg. Dengan harga sebesar itu  otomatis tidak sebanding dengan kenaikan harga pakan. Untuk menutup biaya operasional  minimal harga jual telur mencapai Rp.1.000/kg.
     “Dengan harga  jual telur yang hanya  Rp. 10.300/kg  peternak merugi, karena tidak imbang dengan kenaikan biaya pakan. Agar tidak rugi setidaknya harga jual telur minimal Rp. 11.000/kg“ ujarnya    
     Naiknya harga pakan dirasakan memberatkan peternak, namum mereka tak bisa berbuat banyak hanya pasrah dan berusaha bertahan. Mereka berharap Pemerintah turun tangan mengendalikan harga pakan sekaligus bisa mendongkarak harga jual telur, agar peternak tidak merugi. Jika kondisinya tetap tidak berubah, sudah dapat dipastikan  peternak ayam petelur bakal gulung tikar.
     Sementara itu sejumlah penggilingan padi  berhenti beroperasi karena belum musim panen sehingga  tidak ada gabah yang akan digiling dibuat beras. Akibatnya juga tidak bisa memproduksi bekatul sebagai salah satu bahan pakan ternak ayam Gudang tempat penyimpanan bekatul juga kosong, kalaupun ada harganyapun menjadi mahal. Di tempat penggilingan padi harga bekatul sekarang naik menjadi Rp. 2000/kg  dan ditingkat bakul/pedagang mencapai Rp. 2250./kg.
     Pengusaha penggilingan padi mengeluhkan sepinya warga yang menggilingkan  padi selain karena belum musim panen, juga disebabkan semakin menjamurnya usaha selepan/penggilingan padi keliling. Mereka biasanya beroperasi secara keliling  dari kampung kekampung, sehingga mengurangi  jumlah warga yang menggilingkan padi di penggilingan tetap.
     ”Oleh karena itu diharapkan pemerintah menertibkan keberadaan usaha selepan keliling  agar tidak mengancam kelangsungan hidup penggilingan padi tetap. “harap Tejo Yuwono yang membuka uasaha penggilingan padi di Jurang Temanggung.  (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait