Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PEMKAB DUKUNG PENGENDALIAN PERTUMBUHAN PENDUDUK

Rabu, 04 November 2009 Umum
PEMKAB TEMANGGUNG DUKUNG PENGENDALIAN PERTUMBUHAN PENDUDUK

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung mendukung  setiap upaya yang ditujukan untuk mewujudkan pengendalian pertumbuhan penduduk atau lebih dikenal dengan sebutan penururan Total Fertilety Rate (TFR).
     Hal itu disampaikan Bupati Drs. Hasyim Afandi  pada acara penilaian kegiatan bhakti TNI Keluarga Berencana  Kesehatan Terpadu di Kecamatan Kedu Selasa (3/11). Hadir dalam acara tersebut Asisten Teritorial Kodam IV Diponegoro Kolonel Art Sapto Margo Wibowo, Muspida, pimpinan Dewan dan segenap pejabat terkait.
     Dikatakan, pada tahun 2008 TFR Kabupaten Temanggung sebesar 2,1 artinya setiap ada 10 ibu usia subur yang 9 mempunyai anak 2 sedang yang 1 ibu  mempunyai 3 anak. Oleh karena itu melalui program   yang terpadu dan terarah  perlu terus dikendalikan  agar TFR tercapai 2,0.
     “Melalui program Keluarga berencana dan penjaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan sangat terkait secara krusial dan langsung berdampak pada peningkatan derajat kesejahteraan  masyarakat“ ujarnya   seraya menambahkan pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia yang rendah dan sempitnya kesempatan kerja  merupakan akar permasalahan kemiskinan.
     Menurut Bupati   saat ini jumlah penduduk di Indonesia  dan pertumbuhannya sudah berada  pada tingkat  yang perlu  diwaspadai,  kondisi penduduk dengan segala  ciri dan perilaku  demografisnya merupakan factor yang sangat mendasar dalam pembangunan. Jumlah penduduk  yang besar tandasnya, dapat menjadi asset pembangunan apabila disertai dengan ciri dan perilaku  demografis serta kualitas yang mampu memberikan kontribusii maksimal terhadap pembangunan.
     Namun demikian sebaliknya  jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang cepat akan menjadi faktor penghambat pembangunan manakala ciri dan perilaku serta kualitasnya tidak menguntungkan. Oleh karena itu  lanjutnya, program KB menjadi urusan wajib  dan harus didukung oleh semua komponen masyarakat. Dengan demikian program pembangunan  tidak akan mempunyai nilai tambah manakala program KB tidak berhasil.
     Sementara itu Asisten Teritorial Kodam IV Diponegoro Kolonel Art sapto Margo Wibowo mengatakan,  bhakti TNI Manunggal  Keluarga Berencana dan kesehatan merupakan  metode pembinaan teritorial  dibidang sosial. Hal itu dilakukan baik atas permintaan instansi terkait atau inisiatif sendiri  yang dilakukan secara terkoordinasi. Diutarakan melalui kegiatan  tersebut, diharapkan bisa membantu pemerintah dibidang Keluarga berencana sekaligus dapat meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
     “Berkait dengan penilaian kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan  hendaknya dapat menjadi tolok ukur keberhasilan program KB  yang dilakukan secara terpadu di Jawa Tengah“ tandasnya seraya menambahkan  TNI khususnya Kodam IV Diponegoro  mendukung sepenuhnya program KB demi terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang lebih sejahtera. (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait