Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PEMKAB TEMANGGUNG PEDULI NARKOBA

Kamis, 05 November 2009 Umum
PEMKAB TEMANGGUNG PEDULI NARKOBA

TEMANGGUNG, Pemerintah Kabupaten Temanggung manaruh perhatian serius terhadap penyalah gunaan narkotika dan obat terlarang yang  berkembang di masyarakat. Oleh karena itu melalui Badan Narkotika Kabupaten berupaya keras agar  permasalahan narkoba bisa diatasi secara  optimal dan berkelanjutan.
     Demikian dikemukakan Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT yang juga sekaligus sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dalam acara  temu remaja  Rabu (4/11) di pendopo Pengayoman Temanggung. Acara temu remaja   diikuti 164 peserta  terdiri dari remaja Desa/ Kelurahan  binaan, Desa  P2MBG, Remaja  putra-putri GOW dan perwakilan siswa SMK.
     “Kasus narkoba di Temanggung  yang  dapat diungkap  sejak tahun 2006 hingga 2008 sebanyak  31 kasus, sedang HIV/AIDS  sejak tahun 1997 hingga 2008 sebanyak  70 kasus  dan 33 diantaranya meninggal dunia. Biasanya penyalahgunaan narkoba berawal dari merokok dan minum  alkohol kemudian meningkat mengkonsumsi psikotropika dan narkoba“ Tandasnya seraya menambahkan dampak selanjutnya  melakukan sex bebas sehingga menimbulkan penyakit kelamin/HIV AIDS dan penyakit kronis lainnya.
     Menurut Budiarto  jalur peredaran  narkoba  di Temanggung selama ini  terorganisir secara rapi. Narkoba disuplai dari agen yang berada di Semarang, Yogyakarta dan Purwokerto, kemudian disalurkan melalui Salatiga dan Magelang kota. Sesampainya di Temanggung  oleh sub penyalur, kemudian diedarkan  hingga sampai ditangan pemakai. Diutarakan, beredarnya narkoba antara lain dipengaruhi  adanya warga Temanggung  hidup di kota besar dibawa pulang  dan dikembangkan di daerah asal.
     Dikatakan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan internasional  yang terorganisir     berupa jaringan sindikat  dan pergerakannya terselubung. Meraka juga menerapkan system sel sehingga tidak mudah dilacak, mobilitas tinggi dan mendapat dukungan dana  yang besar. Disisi lain,  system  transportasi dan komunuikasi  yang digunakan memanfaatkan teknologi canggih sehingga peredarannya cepat.
     “Permasalahan narkoba dan AIDS  mengundang keprihatinan bersama  untuk diilakukan langkah konkret agar tidak semakin meluas. Oleh karena itu BNK berupaya keras melakukan pencegahan“ ujarnya.
     Upaya pencegahan yang dilakukan  melalui  peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa  dikalangan generasi muda. Melakukan konsultasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain itu juga menekankan pentingnya  pengawasan orangtua, guru dan masyarakat. Kepada masyarakat juga diminta  hati-hati terhadap modus  peredaran narkoba dan mau melaporkan kepada aparat   untuk diproses hukum.
     Ketua panitia Ny. Endang Sutopo menjelaskan,  temu remaja bertujuan  menciptakan remaja yang cerdas, beriman, berkualitas dan mampu menjadi pemimpin  bangsa yang bijaksana  serta bebas narkoba. Disamping itu  untuk meningkatkan ketrampilan remaja  agar menjadi  mandiri, kreatif dan inovatif. Materi yang disajikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba, pengelolaan sampah, ketrampilan membuat tong sampah  dan kekerasan dalam rumah tangga. (Hms09/Edy Laks

Berita Terkait