Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

3 TARI KREASI BARU

Sabtu, 13 Juni 2009 Pariwisata
TARI KREASI BARU PAREANOM DILATIHKAN

TEMANGGUNG, Sanggar seni Pareanom Temanggung menciptakan tiga tari kreasi baru, yang mulai dikenalkan kepada para guru di sejumlah sekolahan dan grup-grup kesenian. Tari-tarian yang bernuansa Jawa dan kerakyatan tersebut yakni, TARI SEBLAK SODHER, TURONGGO SARI dan ONDE-ONDE GANDUM.
     "Tari-tari tersebut merupakan karya para pengajar sanggar seni Pareanom,''kata Ketua Sanggar Tari Pareanom, Paramitha SY, di sela-sela pemberian pelatihan kepada para pelatih tari dari berbagai sekolahan dan sejumlah grup tari, di Balai Kelurahan Banyuurip, Temanggung, belum lama ini .
     Menurutnya, TARI SEBLAK SODHER yang merupakan karyanya bersama  Nunik, dengan penata iringan Didik Nuryanto itu, diinspirasi tari tradisional lengger. Tari tersebut menggambarkan ungkapan kegembiraan para petani di lereng Gunung Sumbing, setelah panen tembakaunya berhasil.
     Adapun TARI TURONGGO SARI, mengisahkan konflik batin remaja di masa puber. Di mana, mereka berkeinginan pacaran tetapi tidak diperbolehkan orang tuanya, sehingga hasratnya itu diekspresikan dalam bentuk gerakan prajurit berperang dengan menunggang kuda.
     Tari yang diinspirasi dari gerakan-gerakan dalam tarian kuda lumping tersebut merupakan buah karya Tri Roso dan Paramitha. Sedangkan, penata iringannya adalah Didik Nuryanto.
     Kemudian, TARI ONDE-ONDE GANDUM, merupakan analisa dari suasana tidak karuan atau tidak pasti, seperti halnya yang disimbolkan makanan onde-onde gandum. Hal-hal yang tidak pas tapi terjadi itu diekspresikan secara artistik, sehingga menghasilkan bentuk tarian tersebut.
     "Tari onde-onde gandum ini idenya dari tari rakyat badui, yang merupakan tari religius Islam. Gerakan-gerakannya pun dinamis dan energik, sebagai bentuk syiar agama Islam,''tutur dia, seraya menambahkan, pencipta dan penata iringan tari ini adalah Didik Nuryanto.
     Sementara itu, pelatihan untuk para pelatih tari itu sendiri berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Juli. Rencananya, kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin, guna memberikan tambahan ilmu kepada para pelatih, sehingga bisa ditularkan kepada para siswanya maupun anggota grup seninya.
     "Tari-tarian itu bisa diajarkan untuk ekstra kurikuler siswa, dan kami merencanakan dilombakan pada ulang tahun sanggar, Desember nanti,''ujarnya.
     Dikatakannya, pelatihan tersebut sebagai upaya sanggar mengembangkan seni tari. Sebab, saat ini Pemkab dinilai tidak memiliki kemampuan yang memadai guna menyelenggarakan pelatihan seni seperti itu.(Hms/Edy Laks)

Berita Terkait