Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KERUSAKAN AKIBAT BANJIR DI BEJEN AKAN DIPERBAIKI

Sabtu, 13 Pebruari 2010 Bencana
KERUSAKAN AKIBAT BANJIR DI BEJEN AKAN DIPERBAIKI

TEMANGGUNG, Pemkab Temanggung merencanakan akan segera memperbaiki jembatan Kali Ketek Desa banjarsari Kecamatan Bejen yang ambrol diterjang banjir Sabtu  (6/2). Sebab jika tidak diatasi dengan cepat akan berdampak terganggunya kelancaran  perekonomian warga.
     Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT disela-sela meninjau berbagai sarana dan prasarana fasilitas masyarakat  yang rusak akibat bencana banjir  Kecamatan Bejen  Kamis kemarin  (11/2). Dalam peinjauan tersebut Wabup didampingi kepala DPU Ir. Sgit Suliantono, Kepala Dinas Sosial Budihardjo, SH, Kepala Kantor Kesbangpol Linmas Suprawoto, SH, Kabag Humas Anteng Ujian, S. Sos, Camat Bejen Joko Prasetiono, S Sos  dan pejabat terkait .
     “Kerusakan jembatan kali Ketek mengakibatkan  tranportasi menjadi terganggu karena tidak bisa dilewati  mobil.  Diharapkan perbaikan segera bisa dilakukan dengan   sumber dana dari PNPM dan ADD 2010, sehingga  transportasi perekonomian  warga kembali lancar. Demikian halnya fasilitas lain yang juga rusak  menjadi perhatian Pemkab“ tandasnya seraya menambahkan dalam proses perbaikan ini dibutuhkan kerjasama swadaya dari warga, karena  banjir  merupakan bencana alam murni.
     Dikemukakan banjir di Bejen yang menyebabkan kerusakan berbagai objek bangunan seperti jembatan, saluran irigasi dan  jaringan air bersih  akan dibahas  di tingkat Kabupaten. Segala permasalahan yang timbul akan dikaji oleh Tim penanggulangan bencana. Hasil kajian tim lanjutnya  akan ditindak lanjuti dengan merencanakan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, sesuai anggaran yang ada.
     Camat Bejen Joko Prasetiono, S Sos  menjelaskan,  banjir besar disertai hujan lebat  terjadi Sabtu (6/2) mengakibatkan bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang meluluh lantahkan luas lahan sekitar 25,5 hektare. Lahan pertanian di  Desa Bejen, Desa Selosabrang, Desa Banjarsari, Desa Tanjungsari, dan Desa Kebondalem rusak berat. Desa Selosabrang  sejumlah lahan padi, kebon jambu dan pohon sengon hanyut terbawa banjir. Selain itu juga menyebabkan rusaknya  saluran irigasi  dan jaringan  air bersih.
     Kerusakan juga terjadi di Desa Bejen, Bendung Teguru  dan tanggul irigasi Kedungtarung jebol  sehingga terputus  akibatnya lahan sawah seluas 15 hektare terancam tidak bisa diairi.  Sedang di desa Banjarsari menyebabkan Jembatan Kali Ketek yang mengubungkan dengan Desa Congkrang rusak berat tidak bisa dilalui mobil. Di Desa Tanjungsari banjir mengakibatkan saluran pipa air bersih ratusan meter rusak. Untuk mencukupi, kebutuhan air,  warga  terpaksa memanfaatkan sumur dan sumber air lain.
     “Rencana perbaikan ini akan memprioritaskan Jembatan Kali Ketek dan pengendali pipa air bersih, karena hal ini sangat penting untuk kelangsungan  hidup warga. Sedang di desa Bejen areal  pertanian yang rusak akan dihijaukan kembali“ ujarnya.(Hms10/Edi Laks/Heni)

Berita Terkait