Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BELAJAR MENCINTAI ROSUL

Selasa, 02 Maret 2010 Umum
Dr. DJALALUDIN RACHMAD : BELAJAR MENCINTAI ROSUL

TEMANGGUNG, Agama mengajarkan kepada manusia tidak hanya  menyangkut permasalahan peribadatan yang berhubungan dengan Tuhannya  saja, namun juga mengajarkan permasalahan sosial yang berkembang dilingkungannya. Dalam ajaran Islam sendiri banyak ayat-ayat Al Quran yang mengajarkan kepada manusia untuk berbuat baik terhadap sesama manusia maupun terhadap lingkungan alam sekitarnya. Karena itu kesempurnaan manusia dalam beribadah sangat tergantung pada amal perbuatannya.
     Demikian tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Dr. Djalaludin Rachmad dalam pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di gedung Graha Bhumi Phala, Senin (1/3) kemarin. Pengajian ini dihadiri Bupati Temanggung Drs. H. Hasyim Afandi, Wakil Bupati Ir. H. Budiarto MT, Muspida, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para pejabat dilingkungan Pemkab Temanggung.
     Pentingnya amal perbuatan, menurut Djalaludin, banyak ditekankan dalam ajaran Islam seperti mencintai orang miskin dan anak yatim. Salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah apabila ada kepedulian dari orang-orang yang mampu. Namun sayangnya masih sedikit sekali dijumpai orang-orang mampu yang mau membantu mengentaskan nasib orang-orang miskin ini.
     Padahal sudah jelas dalam ajaran Islam, orang yang tidak mempedulikan orang-orang miskin ini termasuk sebagai pendusta agama, jelas ustad yang berasal dari Bandung Jawa Barat ini.
     Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekedar formalitas belaka, namun lebih dari itu umat manusia harus dapat mencontoh perilaku Rosul. Nabi sendiri banyak mencontohkan perilaku yang mulia seperti mencintai orang miskin dan anak yatim. Jika perilaku ini banyak dilakukan oleh umat sekarang maka masyarakat yang adil dan makmur akan tercapai.
     Djalaludin menekankan, agama bukan sekedar teori-teori yang sekedar menjadi wacana atau perdebatan semata. Namun lebih dari itu, agama harus benar-benar menjadi pedoman dalam perilaku sehari-hari. Mari kita menjadi umat yang mencintai Rosulnya dengan mencontoh perilaku dan kehidupan Nabi sehari-hari, tandasnya.
     Sementara itu Bupati menekankan, pentingnya membuka kembali sejarah nabi pada masa lalu. Nabi telah mengajarkan kebenaran dan nilai-nilai yang harus menjadi pedoman bagi umatnya. Dengan demikian manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. (Hms10/Arbai).

Berita Terkait