Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

POTENSI ARKEOLOGI TINGGI

Sabtu, 01 Mei 2010 Umum
POTENSI ARKEOLOGI  TINGGI

TEMANGGUNG, Setelah Situs Liyangan ditemukan pada tahun 2008 di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro, situs tersebut harus diamankan, demikian yang disampaikan Bupati Temanggung, Drs. Hasyim Afandi dalam pertemuan bersama Balai Arkeologi Yogyakarta dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Sabtu (1/5) di  Ruang Gajah Pendopo Jenar, Hadir pada acara tersebut CAmat Ngadirejo dan Kader Purbosari.
     “Dengan adanya peninggalan purbakala yang tercecer, situs ini benar-benar harus diamankan. Tetapi bagaimana dan cara untuk mengamankan, kita butuh kerjasama antara BP3 dan Balai Arkeologi”, ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Kabupaten Temanggung, Bekti Prijono.
     Dalam beberapa waktu, situs yang berada di atas permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung telah ditemukan Talud, Yoni, Arca dan Batu candi. Di tahun 2009 ditemukan candi yang tinggal kaki dan atasnya terdapat sebuah yoni yang sangat unik dan akhir tahun 2010, rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar serta masih berdiri tegak diatas Talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.
     “Situs Liyangan berada diantara situs mataram kuno di Lereng Sindoro, yang berdekatan dengan situs Bagusan, situs Candi, Situs Ngesep, Situs Gandulan dan Situs Pikatan”, papar Baskoro selaku ketua tim penelitian penjajagan Balai Arkeologi.
     Bupati mengatakan, situs ini berada di lahan milik penduduk yang dimanfaatkan untuk diambil pasirnya, sehingga dikhawatirkan situs akan rusak jika tidak dilakukan upaya penyelamatan dan melakukan pendekatan terhadap warga yang mencari nafkah di lokasi situs tersebut.
     Baskoro menambahkan, Situs Liyangan memiliki karakteristik yang sangat komplek, karena terdapat situs permukiman, pertanian dan situs ritual. Situs ini merupakan bekas pedusunan yang pernah berkembang di masa mataram kuno sekitar 1000 tahun lalu. Secara keseluruhan luas situs tersebut mencapai 2 Ha dan masih bisa berkembang lagi luasnya mengingat masih banyak temuan-temuan lainnya, tambah Baskoro.
     Situs Liyangan harus diamankan dan dilestarikan, karena situs ini memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan.(Hms10/Des)

Berita Terkait