Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ISTIGHOTSAH MASYARAKAT PERTEMBAKAUAN

Senin, 10 Mei 2010 Umum
ISTIGHOTSAH MASYARAKAT PERTEMBAKAUAN DIIKUTI RIBUAN PETANI

TEMANGGUNG, Ribuan petani  tembakau dari berbagai daerah sentra tembakau di Jawa tengah menggelar istighotsah (doa bersama) di Alun-alun Temanggung, Sabtu (8/5). Acara itu diadakan  untuk memanjatkan doa kepada Allah SWt agar petani tembakau sejahtera. Selain itu sebagai salah satu wujud penolakan petani terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.
     Ketua panitia Drs. Nur Maksun menjelaskan, istoghotsah selain dari Kabupaten Temanggung, juga diikuti petani tembakau dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Wonosobo, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Istighotsah dipimpin KH Agus Amin Abdul Hamid selain itu juga  hadir, KH. Nasucha Utsman, KH. Cholil Asyari, dan KH.Yaqob Mubaraq. KH Shodiq Mubasyir, Ain Abdul Hamid, dan Thohir Mukhlasin. Tausiyah disampaikan  Sastro Ngatawi (budayawan NU dari Jakarta), Gus Nuril Arifin, dan Habib Umar Al Munthohar (Semarang).
     Dalam tausiyahnya, Sastro Ngatawi menegaskan, RPP tentang Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan akan mematikan bagi kehidupan jutaan petani sebagai sumber penghidupan. Dikatakan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tembakau sudah puluhan tahun menjadi sumber penghidupan jutaan petani. Oleh karena itu menolak secara tegas jika tembakau disebut haram. Berdasar data, lanjut dia, penyebab kematian masyarakat di dunia akibat rokok tidak sampai angka 1%. Karena itu,  dia mengajak para petani agar terus memperjuangkan penolakan RPP. Sastro juga mendesak para elit politik agar menolak pengesahan RRP tersebut.  
     Hal senada juga diungkapkan Gus Nuril, pimpinan Ponpes Soko Tunggal Abdurahman Wahid. Menurutnya, tidak seharusnya tembakau dinyatakan haram. Karena faktanya, penyakit yang mengakibatkan kematian tidak hanya bersumber dari zat adiktif yang terkandung di tanaman tembakau.
     Bupati Drs. Hasyim Afandi dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Temanggung akan terus berjuang membela nasib petani Tembakau. Pihaknya bersama 7 Kabupaten di Jawa Tengah sebagai daerah penghasil tembakau seperti Wonosobo, Magelang, Boyolali dan Kendal akan mendesak kepada pemerintah pusat agar dalam pembahasan RUU pertembakauan mengakomodir kepentingan petani.
     “Selama ini mayoritas petani mengandalkan penghidupan dari tembakau. Oleh karena itu pembahasan RUU pertembakauan harus mengakomodir berbagai kepentingan  baik dari segi kesehatan maupun dari segi kelangsungan hidup petani” tandasnya.
     Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, Ahmad Fuad mengatakan, sejauh ini realisasi komitmen DPR terhadap penolakan RPP pertembakauan belum membuahkan hasil sebagaimana harapan petani. Rencananya sekitar pertengahan Mei atau Juni mendatang, anggota APTI dari berbagai daerah akan kembali datang ke Jakarta untuk memastikan penolakan rancangan tersebut. Terkait pelaksanaan istighotsah bertajuk Peduli Masyarakat Pertembakauan ini, dia menandaskan kegiatan itu murni berasal dari pemikiran petani. Dengan maksud untuk mengetuk hati para pemangku kebijakan  agar RPP dibahas secara komprehensif dan berkeadilan. (Hms10/Edy laks)

Berita Terkait