Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENGAJIAN FORUM SILAHTURRAHMI MAJELIS TA’LIM

Senin, 17 Mei 2010 Pendidikan
PENGAJIAN FORUM SILAHTURRAHMI MAJELIS TA’LIM KABUPATEN TEMANGGUNG

TEMANGGUNG, Rabu kemarin, (12/5) sejumlah perwakilan Majelis Ta’lim  SMA, SMK, MA Sekabupaten Temanggung, berkumpul  di Pendopo Pengayoman, mengadakan Pengajian yang bertajuk  Forum Silaturrohim Majelis Ta’lim. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi selaku pengisi acara, dengan tema bagaimana menjadi mukmin.
      Kegiatan yang diawali dengan pertunjukan akustik perwakilan SMA N 1 Temanggung dengan melantunkan sebuah lagu hasil karangan Opik membuat suasana semakin khusyuk. Dalam kegiatan pengajian tersebut, Wahyu Nurhidayat melantunkan Ayat Suci Al Quran. Turut pula hadir Departemen Agama Kabupaten Temanggung H. Jundardo, yang dalam sambutannya meminta pengajian yang di selenggarakan pada hari Rabu, (12/5) tersebut, dapat menjadi kegiatan rutinnitas tahunan. Dengan kegiatan ini, merupakan wadah dalam rangka mempererat tali silahturahmi antar pengurus Majelis Ta’lim SMA, SMK, MA Sekabupaten Temanggung.
      Materi Pengajian yang di bawakan oleh Drs. Hasyim Afandi mengenai bagaimana menjadi Mukmin yang baik. Dalam ulasannya, mengatakan, sudah semestiya sikap seorang mukmin yang baik adalah orang yang mau memimpin dan juga mau dipimpin. Tetapi bagaimana keadaan orang yang mengatakan dirinya mukmin pada saat ini ? Banyak orang yang mengatakan mukmin tetapi semua berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan rela untuk menghabiskan hartanya agar dirinya menjadi pemimpin, namun jika tidak berhasil menjadi pemimpin seakan belum siap atau tidak rela menjadi orang yang dipimpin, karena itu mereka yang tidak berhasil tersebut kadang menjadi stress.
     Padahal kalau kita mau mencontoh kehidupan Rasul dan Sahabatnya, maka tidak menjadi masalah jika kita dipimpin oleh mukmin siapapun, karena memang orang mukmin itu harus siap dipimpin oleh mukmin siapapun. Dalam suatu riwayat ketika pasukan perang dimpin oleh Usamah bin Zaid banyak para sahabat yang ragu dan bahkan hampir tidak mau jika pemimpinya adalah Usamah bin Zaid, padahal yang menunjuk Usamah menjadi pemimpin adalah Rasul sendiri, dan tidak mungkin Rasul salah menunjuk orang. Ketika itu umur Usamah baru 17 tahun, karena itu banyak yang meragukan pengalamnnya dibanding dengan sahabat-sahabat yang lain yang lebih berpengalaman. (Hms10/pakDhe/Angga).

Berita Terkait