Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MI KARANGTEJO LEPAS SISWA KELAS 6

Selasa, 15 Juni 2010 Pendidikan
MI KARANGTEJO LEPAS SISWA KELAS 6

TEMANGGUNG, Madrasah Ibtidaiah Al-jam’iyah Desa Karangtejo Kecamatan Kedu melepas siswa kelas 6  dan siswa Rudhotul Atfal  Sabtu kemarin  (12/6). Pelepasan yang berlangsung di MI setempat ditandai  dengan tasyakuran  dan pengajian  menghadirkan  penceramah KH MaghfurNasoha  dari Parakan. Hadir dalam acara tersebut Bupati Drs. Hasyim Afandi, Muspika  dan segenap  tamu undangan,  para wali murid serta diikuti seluruh siswa.
     Bupati Hasyim dalam sambutannya mengatakan, para siswa kelas 6 maupun siswa RA yang dilepas diharapkan  bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi . Ibarat burung ujarnya, para siswa setelah dilepas dapat terbang tinggi  guna menggapai cita-cita setinggi langit. Diutarakan,  guna meningkatka kualitas dan kuantitas pendidikan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen  di APBN. Diutarakan dengan alokasi anggaran sebesar itu diharapkan  program pendidikan berjalan optimal dan menghasilkan peserta didik yang cerdas   lahir batin.
     “Salah satu aspek penting dalam pendidikan yakni aspek afaktif yaitu bagaimana mendidik siswa agar  tahu dan mampu hidup bermasyarakat  atau dalam istilah Jawa siswa bisa hidup bebrayan dengan orang lain, how to life together. Hal ini menjadi tugas dan tanggungjawab guru yang harus ditanamkan kepada siswa“ tandasnya.
     Penceramah KH Maghfur Nasoha  mengatakan   seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jika tidak selektif  ada gejala berdampak negatif bagi kehidupan pelajar .Dia mencontohkan  maraknya kasus penyalahgunaan obat-obat terlarang,  minuman keras, perkelahian sampai pelanggaran asusila  di kalangan pelajar. Hal itu lanjutnya mengundang keprihatinan dan menjadi tanggung jawab bersama  baik pemerintah maupun segenap komponen masyarakat.
     “Melalui lembaga pendidikan  para siswa tidak hanya diajarkan agar mampu menguasai  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi namun juga dibekali ilmu agama supaya memiliki iman dan taqwa  yang mantap. Dengan demikian siswa tidak mudah terpengaruh gaya kehidupan negatif.Hal ini menjadi tanggungjawab yang tidak ringan orangtua maupn guru  supaya  mereka senantiasa berperilaku positif“ ujarnya.
     Kepala MI Al-Jam’iyah Firma Santos, S.Pdi menjelaskan, siswa kelas 6 yang dilepas sebanyak 16 anak yang telah selesai mengikuti  ujian nasional maupun ujian akhir sekolah . Sedang siswa RA yang dilepas 18 anak  yang telah selesai mengikuti pendidikan dan selanjutnya akan masuk jenjang kelas 1 MI. Dikemukakan, sekolah yang dipimpinya mengemban visi mewujudkan madrasah yang menjadi dambaan masyarakat dalam  menentukan  pendidkan Islam guna masa depan dunia akherat.  Sedang misi yang akan dicapai  yakni membentuk pribadi siswa yang sholeh dan sholehah serta mencetak generasi muslim yang berkualitas.
     “Peserta didik MI Al-Jam’iyah  diharapkan  tumbuh dan berkembang menjadi generasi muslim yang beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, cerdas, terampil, mandiri, bertanggungjawab, bermasyarakat berbangsa dan bernegara” tandasnya  seraya menambahkan  kegiatan belajar mengajar menggunakan model guru bidang study mulai kelas III.
     Menurutnya para siswa selain memeroleh  materi pelajaran umum juga diberikan  materi pelajaran agama berupa Al-Qur’an Hadist, Aqidah Akhlaq, Fiqih, SKI dan Bahasa Arab. Selain itu  siswa juga diwajibkan mengikuti sholat dhuhur berjamaah di madrasah  dan hafalan surat pendek juz Amma model sorogan. Setiap siswa kelas 1 s/d 6 ujarnya wajib memiliki buku Syarat Kecakapan Murid  (SKM) hafalan juz Amma yang sudah ada ketentuan hafalan  pada msing-masing kelas. Setelah  hafal dan uji   kemudian dimintakan tanda tangan guru, SKM  merupakan syarat kenaikan kelas dan syarat kelulusan.
     “Guna memantau pekembangan  siswa  maka dibuatkan laporan mingguan siswa  mencakup  kebiasaan sholat dirumah, sopan santun, kepatuhan  dan boso terhadap orang tua. Hasil laporan  kemudian dievaluasai dan ditindak lanjuti oleh guru  agar lebih meningkat” ungkapnya.Ditambahkan diluar kegiatan  belajar mengajar, siswa dapat mengikuti  ekstra kurikuler sesuai  keinginan  yang meliputi MTQ, pramuka, komputer dan drum band.
     Firman Santoso mengungkapkan, MI Al-Jam’iyah yang didirikan pada tahun 1973 dalam perjalanannya telah mengukir berbagai prestasi diantaranya juara I  MTQ dan juara I lomba pidato berbahasa Inggris  tingkat Porseni MI Kecamatan Kedu. Disamping itu juga  mampu memberikan  beasiswa  kurang mampu berupa 53 stel seragam merah putih, 60 stel sepatu, 51 tas sekolah dan 100 ikat pinggang berlebel MI karangtejo. (Hms10/Edy Laks).

Berita Terkait