Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PERESMIAN GKJ BUKIT SION

Jumat, 09 Juli 2010 Umum
ULTAH KE VIII DAN PERESMIAN GKJ BUKIT SION

TEMANGGUNG, Kamis (8/7) GKJ Bukit Sion resmi mempunyai Gereja induk dan bertepatan dengan peresmian tersebut juga dilakukan ultah ke VIII. Hadir pada acara itu Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT, SKPD terkait, jajaran Muspika Kranggan dan ratusan ummat kristen jamaat GKJ Bukit Sion.
     Gedung gereja baru di Dusun Klowok Lor Desa Kemloko Kecamatan Kranggan  diresmikan oleh Wakil Bupati Temanggung  dengan ditandai pemukulan Gong dan penandatanganan Prasasti.
     Wakil Bupati Temanggung mengatakan dengan selesainya pembangunan gereja diharapkan dapat meningkatkan aktivitas peribadatan umat Kristiani di lingkungan Desa Kemloko, sekaligus dijadikan tempat menggali ilmu-ilmu agama. Sehingga umat dapat memahami ajaran agama dengan benar, yang pada gilirannya akan terbentuk suatu generasi yang mantab keimanannya.
     "Berbekal kesadaran beragama yang tinggi disertai pembinaan dan bimbingan dari tokoh agama akan tercipta suasana rukun dan damai," tambahnya.
     Disampaikan  juga membangun sebuah gereja itu sebagai bukti bahwa jemaat bersatu dalam membangun iman. Satu hal untuk dipahami bahwa bangunan gereja itu sendiri adalah suatu sarana tempat berkumpul jemaat Tuhan. Namun yang lebih penting bahwa gereja merupakan tempat anggota jemaat dididik dalam suatu realita kehidupan yang lebih baik.
     Wabub berharap seluruh jemaat GKJ Bukit Sion berperan mewujudkan kehidupan di Temanggung yang nyaman tentram dan damai. Kepada seluruh umat Kristiani untuk memberikan warna kemajemukan masyarakat kabupaten Temanggung agar selalu dapat hidup rukun berdampingan dengan umat beragama lainnya.
     "Saya ucapkan selamat semoga dengan diresmikannya gedung gereja baru GKJ Bukit Sion menjadikan gereja ini mampu memberikan landasan dan arah kehidupan lebih baik dan tepat bagi seluruh umatnya," katanya.
     Pendeta Sardji Dwiyanto dari Majelis GKJ Bukit Sion mengemukakan gereja mulai dibangun pada 11 Maret 2004 diatas tanah seluas 1.180 meter persegi dan menelan biaya sekitar Rp 1 miliar.
     Gedung baru dibangun dengan pertimbangan gedung gereja lama sudah tidak menampung jemaat dalam acara kebaktian Minggu. Pertimbangan lainnya adalah berada ditengah pemukiman penduduk dan dekat jalan raya.(Hms10/pakDhe)

Berita Terkait