Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WARGA TLOGOWONO GELAR SADRANAN

Senin, 19 Juli 2010 Umum
WARGA TLOGOWONO GELAR SADRANAN
Kumpulkan Sumbangan Untuk Bangun Makam

TEMANGGUNG, Tradisi Sadranan di Dusun Tlogowono Kelurahan Tlogorejo Kecamatan/Kabupaten Temanggung  yang dilaksanakan Jumat (16/7) berlangsung meriah, diikuti ratusan warga. Upacara ritual sadranan yang rutin diselenggarakan setahun sekali  pada setiap hari Jum’at  Kliwon bulan Ruwah itu, diawali dengan membaca tahlil  di makam Kyai Gambreng  dusun setempat. Seusai tahlil dilanjutkan  makan bersama nasi bucu tenong, sembari mengumpukansumbangan untk membangun makam.
     Kepala Kelurahan Tlogorejo Sanyoto  mengatakan, tradisi sadranan  akan terus dilestarikan  di masa-masa mendatang sebagai warisan budaya dari nenek moyang. Diutarakan, melalui penyelenggaraan ritual sadranan  selain dimanfaatkan untuk   doa bersama  dan ungkapan syukur, juga sekaligus sebagai wahana mempererat tali silaturahmi persaudaraan sesama warga.
     “ Nilai positif  dari sadranan yakni untuk memupuk rasa persatuan  dan kesatuan diantara sesama warga sehingga akan terwujud kebersamaan  dan harmonisasi dalam kehidupan. Pemerintah Kelurahan sangat apresied dan  mendukung  sadranan dilestarikan sebagai budaya adi luhung” tandasnya.            Sesepuh Dusun Margiyono menjelaskan, tradisi sadranan  sudah  berlangsung turun temurun  sejak dulu kala. Sadranan diselenggarakan  sebagai ungkapan rasya syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas  berkah, rejeki dan keselamatan yang telah diberikan selama ini, sehingga warga desa bisa hidup  tentram dan sejahtera. Selain itu  juga dimaksudkan untuk mengenang arwah para leluhur  desa  yang semasa hidupnya telah berjasa merintis  keberadaan desa.
     “Tradisi sadranan ini dimaksudkan sebagai ungkapan syukur atas limpahan  rejeki dari Tuhan Yang Maha Esa, sekligus untuk mengenang  para leluhur perintis desa“ ujarnya seraya menambahkan, tradisi sadaranan diawali dengan  pembacaan Tahlilan di komplek makam
     Menurutnya, peserta sadranan tidak hanya diikuti warga  dusun TlogowonoTlogorejo  saja namun juga diikuti sejumlah warga luar desa yang mempunyai leluhur di  logowono. Mereka  sambil membawa nasi bucu tenong, ingkung ayam, lauk pauk dan aneka jajanan  berdatangan di komplek makam desa yang dijadikan tempat ritual Sadranan.   Seluruh peserta dengan penuh khidmat  duduk berjajar mengikuti seluruh prosesi ritual yang ditandai  berdoa bersama, dipimpin ulama  desa. Seusai doa untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki dari yang maha kuasa,  makanan yang mereka bawa kemudian dinikmati sebagai ungkapan syukur.
     Sementara itu sembari  menikmati makanan,  beberapa petugas  mengedarkan tampah untukmengumpulkan sumbangan uang . Sumbangan yang terkumpul selajutnya akan digunakan untuk biaya pembangunan makam. Selain itu ada petugas lain mengambil potongan nasi bucu berikut sebagian lauk pauk dan jajanan untuk dikumpulkan yang kemudian . dibagikan kepada  para peminta.
     “Seusai makan bersama  maka seluruh prosesi ritual sadranan  telah selesai. Warga dengan penuh sukacita meninggalkan komplek makam  pulang  ke rumah masing-masing guna beraktifitas  kembali sebagaimana biasanya“ katanya.(Hms10/Edy Laks).

Berita Terkait