Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TEMANGGUNG RAIH PENGHARGAAN PENGGERAK KOPERASI

Kamis, 29 Juli 2010 Umum
TEMANGGUNG RAIH PENGHARGAAN PENGGERAK KOPERASI
TEMANGGUNG, Kabupaten Temanggung berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten penggerak koperasi tingkat nasional berupa Paramadhana Utama Koperasi. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Sjarifuddin Hasan kepada Bupati Temanggung Hasyim Afandi di Gedung Smesco Jakarta Selatan, Rabu (28/8) kemarin. Selain dihadiri oleh insan perkoperasian, acara juga dihadiri oleh penasehat Dekopin Adi Sasono dan para Bupati dan Walikota penerima penghargaan.
     Ada 44 Kabupaten dan Kota se Indonesia yang menerima penghargaan sebagai penggerak koperasi dan dua propinsi yaitu Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penghargaan diberikan dalam bentuk bendera Paramadhana Utama Koperasi kepada daerah yang baru sekali menerima penghargaan dan bendera Paramadhana Utama Nugraha Koperasi bagi daerah yang sudah lebih dari sekali menerima penghargan. Untuk Kabupaten Temangung sendiri penghargaan ini untuk yang pertama kali dengan nilai 89,48.
     Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dalam kesempatan itu menegaskan, koperasi memiliki peranan yang sangat strategis dalam perekonomian Negara khususnya dalam upaya meningkatkan sektor ekonomi menengah kebawah. Koperasi yang dikelola dengan baik akan mampu bersaing dalam ekonomi global sekarang ini seperti yang terjadi di Negara-negara yang sudah maju. Untuk itu koperasi perlu mendapat perhatian yang khusus agar dapat berkembang utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
     “Semua pihak harus mempunyai komitmen dan loyal bagi pengembangan koperasi dan usaha kecil menengah, dan mencintai produk-produk dalam negeri” ungkapnya usai menyerahkan penghargan secara serempak kepada 46 kepala daerah.
     Sjarifudin mengimbau, seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menggerakkan aktivitas koperasi di daerahnya, agar pada kesempatan tahun berikut bisa berada di gedung mewah milik gerakan koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) itu. ”Koperasi Indonesia harus bisa bangkit untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan.,” tandas Sjarifuddin Hasan.
     Selain menyerahkan penghargaan, Menkop dan UKM juga meresmikan pameran fashion dan asessoris produk Usaha Kecil Menengah tingkat Nasional yang berlangsung di Gedung Smesco Jakarta Selatan. Pameran diikuti oleh 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam acara itu juga ditampilkan peragaan busana buatan dalam negeri yang dirancang oleh disainer nasional. Peragaan busana dimeriahkan oleh penampilan artis terkenal Inneke Koes Herawati dan peraga nasional lainnya.

Koperasi Masuk Pasar
     Sementara itu satu hari sebelumnya diselenggarakan Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayan Koperasi dan UKM di lantai IV Gedung Galeri UKM Smesco. Tampil sebagai nara sumber pada acara itu kepala daerah penerima pengharagaan penggerak koperasi yaitu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Gubernur Jawa Tengah, Walikota Kupang dan Bupati Temanggung.
     Bupati Temanggung Hasyim Afandi dalam paparannya mengatakan, koperasi di Kabupaten Temanggung dari tahun ke tahun terus digiatkan sesuai dengan misi kelima Kabupaten Temanggung, yakni pemberdayan masyarakat dan seluruh potensi ekonomi kerakyatan, bertumpu pada potensi sumber daya alam dan potensi unggulan daerah serta pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah.
     Kebijakan umum pengembangan koperasi di Temanggung, tambah Hasyim, didasarkan pada adanya sector industry kecil dan rumah tangga yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 19% dan sector jasa (pasar) yang sebagian besar pelakunya adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk itu alokasi dana dari APBD yang terserap sebesar Rp. 106 milyar lebih atau 48% dari belanja publik.
     Menurut Hasyim, upaya pemberdayaan koperasi di Temanggung dilatarbelakangi adanya jumlah koperasi yang tidak aktif, tingginya angka kemiskinan dan kurang kondusifnya iklim usaha bagi koperasi dan UMKM. Untuk itu upaya yang dilakukan adalah gerakan sadar koperasi dan koperasi masuk pasar.
     Bagi para pedagang pasar selama ini masih banyak yang tergantung kepada rentenir dengan pengembalian bunga yang cukup tinggi. Akibatnya banyak pedagang yang hanya mendapatkan keuntungan sedikit dari hasil dagangannya karena harus mengembalikan pinjaman ditambah bunga yang sangat tinggi. Untuk itu setelah adanya gerakan koperasi masuk pasar, para pedagang dapat beralih ke koperasi yang tersedia dengan bunga pinjaman yang lebih kecil dan terjangkau.
     “Saat ini hampir di pasar-pasar yang tersebar di Kabupaten Temanggung telah berdiri koperasi yang dibentuk oleh para pedagang itu sendiri. Bahkan angkutan dan ojeg juga sudah membentuk koperasi,” tandas Hasyim.
     Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung Ir. Roni Nurhastuti MSi mengatakan, saat ini jumlah koperasi di Temanggung sebanyak 446 buah dengan kondisi sebanyak 348 koperasi yang masih aktif (78%). Jumlah koperasi aktif ini terus meningkat menjadi 78,20% setelah adanya gerakan koperasi. Jumlah anggota sebanyak 110.742 orang dengan tenaga kerja murni sebanyak 489 orang. Sedangkan personil manajemen koperasi sebanyak 2.507 orang atau 4,12 % dari seluruh tenaga kerja di sector industry dan UMKM. Selain itu, perempuan yang duduk dalam menejemen koperasi berjumlah 324 orang.
     Saat ini jumlah koperasi yang sudah mengikuti pengadaan barang dan jasa pemerintah sebanyak 7 koperasi diantaranya koperasi pasar Guyub Rukun, KPRI Serba Usaha MAN, KPRI Widya Raharja BLPP, Kokar Adiguna, KPRI Swakarya Bina Ekonomi, Koperasi Anda dan Koperasi Bina Sejahtera. (Hms10/Arbai).

Berita Terkait