Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PERESMIAN GAPURA GEDUNG JUANG 45

Kamis, 05 Agustus 2010 Umum
WAKIL  BUPATI RESMIKAN GAPURA GEDUNG JUANG 45

TEMANGGUNG, Wakil Bupati Ir Budiarto, MT meresmikan Gapura dan penggunaan gedung juang 45 Sabtu (31/7). Peresmian ditandai dengan  pengguntingan pita dan penandatangan batu prasasti disaksikan  pejabat forum komunikasi pimpinan daerah dan pejabat terkait.
     Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan, peresmian gedung juang 45 sebagai peristiwa yang cukup strategis terutama bila dikaitkan dengan pelestarian nilai-nilai kejuangan, nasionalisme serta persatuan dan kesatuan bangsa. Diutarakan gedung juang 45 selain merupakan wujud kepedulian  terhadap terpeliharanya nilai-nilai  luhur bangsa, lebih dari itu di gedung inilah akan dikendalikan seluruh daya upaya dalam menjaga dan memelihara nilai patriotisme.
     “Dengan daya upaya melestarikan nilai kejuangan diharapkan segenap komponen bangsa, terutama generasi muda akan tetap memiliki semangat juang  dan patriotisme yang tinggi demi menjadikan Indonesia dihuni oleh kaum muda yang berjiwa nasionalisme yang kokoh serta kita tetap menjadi bangsa yang bermartabat, maju dan disegani”, tandasnya.
     Menurutnya peresmian gedung juang 45 sebagai tonggak berkembangnya pewarisan dan penularan nilai-nilai kejuangan, kepahlawanan dan nasionalisme kepada generasi muda sehingga  menciptakan kehidupan yang nyaman  dan akanmengangkat harkat  serta martabat bangsa.
     Ketua panitia pembangunan Gapura gedung Juang 45 R Susilo Sudiroatmadja, BA  mengatakan,  biaya pembangunan gapura  sebesar  45 juta.. sumber biaya selain berasal dari kas  Dewan Harian Cabang 45  juga para donator. Dikatakan, gedung juang 45 yang menempati bekas stasiun kereta api Temanggung sarat dengan kenangan historis yang takkan pernah terlupakan sepanjang masa. Dituturkan,  kala itu  para pejuang yang berada dalam gerbong  kumuh bertuliskan tekad Merdeka atau Mati diangkut menuju garis depan pertempuran. Selain itu  pejuang dari daerah lain berdesakan membawa golok, parang, senjata api dan bambu runcing, dengan niat dan harapan mendapat karunia  dan ridho Allah melalui  doa dari kyai  Subkhi dari Parakan.
     “Di kala itu pelajar SLTP/SLTA  yang nglajo  sekolah di Magelang  terkenal dengan istilah bocah sepuran yang kemudian terpanggil dalam kancah perjuangan menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan bergabung  dalam Tentara Pelajar Brigade XVII Temanggung. Yah bekas stasiun yang sekarang diabadikan menjadi gedung juang 45 menjadi saksi sejarah yang terbantahkan “, ujarnya seraya menambahkan dari gedung juang 45 diharapkan semangat  nasionalisme akan tetap bergelora sepanjang masa.  (Hms10/Edy Laks).


Berita Terkait