Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TARKHIM

Senin, 16 Agustus 2010 Umum
Tarkhim Putaran Ke - 3
Menghilangkan Perbuatan Kezdaliman

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Hasyim Afandi menilai, ada kolerasi antara agama dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Kedua memiliki kesamaan untuk memperjuangkan keadilan melalui perlawanan terhadap kezdaliman. Agama mengajarkan kepada umatnya agar menghilangkan perbuatan kezdaliman yaitu mengambil yang bukan haknya. Sedangkan kemerdekaan itu sendiri mengandung arti pembebasan dari perbuatan kezdaliman dari penjajah. Sehingga keduanya merupakan garis lurus yang memiliki makna yang sama.
     Demikian dikatakan Hasyim Afandi ketika memberikan sambutan saat tarkhim putaran ketiga yang berlangsung di Masjid Itikaf Desa Karangwuni Kecamatan Pringsurat, Sabtu (14/8) kemaren. Dalam kesempatan itu pula Bupati menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim piatu dari desa setempat. Santunan berasal dari Yayasan anak yatim piatu yang didirikan oleh masyarakat setempat. Selain itu bupati juga menyerahkan bingkisan kepada imam masjid dan takmir masjid.
     Hasyim Afandi menambahkan, puasa bulan ramadhan memberikan inspirasi pengendalian diri bagi mereka yang melaksanakannya. Karena itu, mengisi kemerdekaan juga harus dilakukan dengan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara.
     Kita berbuat untuk suatu keperluan bukan hanya dari suatu keinginan saja. Karena itu pengendalian diri sangat penting dalam segala hal, ungkapnya.
Sementara itu H. Mad Richwan dalam ceramahnya menjelaskan, ada empat hal yang dapat merusak puasa, yaitu  ghibah atau menggunjing orang lain, menipu, adu domba dan memandang dengan sahwat. Oleh karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, tambahnya. (Arbai-Humas10).

Berita Terkait