Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ORA PENAK DIKEPENAKKE

Senin, 08 November 2010 Bencana
“ORA PENAK DIKEPENAKKE“
Pengungsi Merapi Melimpah Ke Temanggung


TEMANGGUNG, Senajan mboten  penak yo dikepenak-kepenakke, mugi Merapi enggal aman  lajeng sami saged wangsul maleh  wonten griya kados waune. (Meski tidak nyaman ya dibuat senyaman-nyamannya, semoga merapi cepat aman sehingga  para pengungsi  bisa kembali  ke rumah  seperti semula).
     Pesan itu disampaikan Bupati Drs. Hasyim Afandi    dihadapan para pengungsi korban meletusnya gunung Merapi  di Balai Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat  (Sabtu 6/10). Selain berdialog  dengan pengungsi, Bupati sekaligus menyerahkan bantuan berupa beras dan mie instant yang diterima Kades Rejosari disaksikan pejabat terkait. Pengungsi berasal dari Desa Dangean Kecamatan Salam Kabupaten Magelang yang terpaksa mengungsi jauh sampai Temanggung karena di Desanya sudah tidak aman lagi  terkena  dampak meletusnya gunung Merapi.
     Diutarakan Pemkab Temanggung merasa prihatin atas musibah meletusnya gunung Merapi  yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa maupun harta benda. Oleh karena itu kepada para pengungsi  diminta tabah menghadapi cobaan  dan bisa mengambil hikmah positif.  Disamping itu berharap semoga meletusnya gunung merapi segera berakhir sehingga situasi dan kondisi menjadi aman. Dengan demikian para pengungsi bisa secepatnya kembali ke kampung halaman untuk berkatifitas seperti sediakala.
     “Pemkab  ikut prihatin atas meletusnya gunung Merapi  hingga menyebabkan  warga yang tinggal  di lereng merapi harus mengungsi  bahkan melimpah sampai Temanggung. Untuk keperluan  hidup selama mengungsi akan dibantu sesuai kemampuan“ tandasnya seraya meminta Kades dan perangkat masyarakt dan segenap instansi wilayah kecamatan berkoordinasi dengan SKPD terkait  agar pengungsi bisa tertangani  secara memadai.
     Camat Pringsurat Sukarsono, S Sos menjelaskan, para pengungsi gunung Merapi tiba di Balai Desa Rejosari Jumat malam sekitar  jam 19.30  dengan naik sebuah truck. Jumlah pengungsi 70 orang berasal dari Desa Dangean Kecamatan Salam Kabupaten Magelang.  Mereka saat ini ditampung di Balai Desa Rejosari  dan untuk keperluan  sehari-hari makan disiapkan  oleh ibu-ibu PKK desa setempat.
     Sunarto (30) salah seorang pengungsi menuturkan, meletusnya gunung Merapi menyebabkan  hujan pasir dan abu vulkanik yang menimpa rumah-rumah warga. Akibatnya  sejumlah rumah  rusak dan pohon-pohon tumbang , sehingga memaksa warga mengungsi   sampai Temanggung. Diutarakan, meski  Desa Dangean berjarak sekitar 17 Km dari puncak Merapi, namun  paska erupsi,   setiap hari terdengar suara gemuruh disertai hujan pasir dan debu  sehingga menimbulkan kepanikan warga. Mereka berharap. Merapi kembali normal  agar warga secepatnya bisa meninggalkan  pengungsian  pulang  ke kampung halaman  guna beraktifitas  seperti semula. (Hms10/Edy Laks)   

Berita Terkait