Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL

Selasa, 09 November 2010 Pendidikan
MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL

TEMANGGUNG, Senin (8/11) Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi berkesempatan membuka Sarasehan pendidikan pemberdayaan lembaga pendidikan agama dalam menghadapi tantangan global di Pendopo Pengayoman. Acara yang berlangsung satu hari ini merupakan sarasehan se Karesidenan Kedu.
     Sarasehan diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari MUI Jawa Tengah, MUI Kab/Kota se Karesidenan Kedu, sampai dengan MUI Kecamatan se Kabupaten Temanggung. Juga di ikuti dari lembaga pendidikan dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA se Kabupaten Temanggung,  utusan Perguruan Tinggi se Karesidenan Kedu dan Utusan Pondok Pesantren dari se Karesidenan Kedu.
     Drs. H. Imam Haromain Asy’ari M.Si Ketua Kantor Kementrian Provinsi Jawa Tengah dalam sarasehan menyampaikan kebijakan kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah dalam pengembangan dan pemberdayaan Lembaga Pendidikan Islam di Jawa Tengah. Aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam pemberdayaan pendidikan Islam adalah Pendidik, Kurikulum, Kelembagaan struktural dan Kultural, Sarana prasarana dan peran serta masyarakat.
     Muh Zen, Adv selaku aggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan makalah tantangan pendidikan Islam di Era Global. Tujuan pendidikan hendaknya dapat memberi bekal pengembangan diri di era global dan juga hendanya peserta didik nantinya memiliki kederdasan intelektual, emosional dan spiritual di samping sehat dan berakhlak mulia. Selain itu juga harus terampil, kreatif dan mandiri serta demokratis dan bertanggungjawab.
     ”Kemajuan diberbagai bidang terutama teknologi dan komunikasi memacu perubahan gaya hidup yang membuat dunia begitu sepit tanpa batas sehingga perlu diapkan program pelaksanaan pendidikan yang berkualitas dan kompetitif dalam menghadapi era globalisasi”, tambahnya.
     Pelaksanaan pendidikan profesional dapat ditemput melalui 4 langkah strategi pengembangan pendidikan Islam. Strategi substantive-lembaga penddikan Islam perlu menyajikan program–program yang komprehensif, Strategi botom up-bahwa lembaga pendiikan Islam harus diupayakan tumbuh dan mendapat dukungan dari bawah/masyarakat, Strategi Deregulatory- lembaga penddikan Islam sedapat mungkin tidak terlalu terikat oleh ketentuan-ketentuan baku yang sentralistik dan mengikat dan Strategi Cooperatifve-bahwa lembaga penddikan Islam perlu mengembangkan jaringan kerjasama baik sesama lembaga pedidikan Islam maupun lainnya. Hal tersebut disampaikan HM. Ali Mansyur  Guru besar fakultas Hukum Unissula dan Sebagai Ketua Umum YAPAPB Semarang.
     Yang perlu di antisipasi adalah dampak negatif karena globalisasi menyangkut perubahan nilai, sikap, perilaku dan kepribadian, ujar Drs. KH. Ahmad Darodji, Msi Ketua MUI Jawa Tengah.
     ”Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku serta kepribadian, pendidik harus membantu menciptakan kondisi agar hal tersbut menjadi tepat dan benar” tambahnya. (Hms10/pakDhe)



Berita Terkait