Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MUI SESALKAN KERUSUHAN TEMANGGUNG

Kamis, 17 Pebruari 2011 Umum
MUI SESALKAN KERUSUHAN TEMANGGUNG

TEMANGGUNG, Majlis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Temanggung pasca sidang penistaan agama yang digelar di Pengadilan Negeri setempat, beberapa waktu lalu. Seharusnya semua pihak dapat menahan diri dan tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Untuk itu masyarakat harus selalu waspada dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang berkembang.
     Demikian dikatakan pengurus MUI Pusat, DR. Mafri Amir, MA ketika berkunjung di Temanggung. Utusan MUI bertemu dengan Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi di rumah dinas bupati, Rabu (16/2) kemaren.  Bupati didampingi pengurus MUI Temanggung dan pejabat dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Temanggung.
     Mafri Amir menambahkan, MUI akan terus mendorong penyeselaian kasus Temanggung secara damai yaitu akan melakukan koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pusat dan melakukkan dialog dengan tokoh lintas agama. Dialog ini diharapkan akan menemukan titik temu guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
     Menanggapai informasi yang berkembang, dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menegaskan, perlu adanya langkah-langkah dan sosialisasi kepada masyarakat tentang informasi yang benar. Sebab, ia menilai, selama ini masih ada informasi simpang siur yang justru membingungkan masyarakat.
     “saya sendiri menilai informasi yang beredar di masyarakat, khususnya di luar daerah Temanggung, tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, dan ini harus diluruskan agar masyarakat tidak bingung,” jelasnya.
     Mafri mencontohkan, informasi yang beredar menyebutkan ada tiga pembakaran gereja namun dalam kenyataannya tidak ada gereja yang terbakar. Begitu juga tidak ada korban jiwa meski sebelumnya sempat beredar kabar ada korban penembakan.
     Bupati Temanggung Hasyim Afandi dalam kesempatan itu juga meminta terus dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan umat beragama. Pemkab sendiri telah melakukan upaya dan langkah-langkah dialog dan sosialisasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat melalui pejabat terkait.
     Hasyim meminta, kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum tentu pasti kebenarannya. Kerusuhan yang terjadi di Temanggung bukan merupakan konflik antar umat beragama namun murni kasus pidana murni seperti yang telah disepakati dalam dialog dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) beberapa waktu lalu. (Hms11Arbai).

Berita Terkait